Sejarah Novena

0
908

Novena adalah bagian dari harta rohani Gereja. Novena berasal dari bahasa Latin “Novem” artinya sembilan. Perjanjian Baru mencatat, jarak kenaikan Yesus ke surga dan turunnya Roh Kudus  berjumlah 9 hari. Pada peristiwa itu Yesus memerintahkan para rasul supaya mereka kembali ke Yerusalem dan menunggu datangnya Roh Kudus (bdk. Kis 1:12, 14). Sembilan hari kemudian, Roh Kudus turun atas para rasul yang disebut hari Pentakosta. Kemungkinan “periode doa sembilan hari” yang dilakukan oleh para rasul ini yang menjadi dasar dari doa novena. Jemaat perdana biasanya berkabung selama sembilan hari atas meninggalnya seseorang yang mereka kasihi. Oleh sebab itu, dipersembahkan suatu Misa novena bagi kedamaian jiwa orang yang telah meninggal itu. Hingga kini, perayaan novendialia atau Novena Paus selalu dilaksanakan apabila Paus berpulang.

Sementara itu, pada abad pertengahan terutama di Spanyol dan Perancis, doa novena dipanjatkan sembilan hari sebelum Natal. Hal itu melambangkan sembilan bulan yang dilewatkan oleh Yesus dalam Rahim Bunda Maria. Doa Novena ini sesungguhnya berfungsi untuk mempersiapkan diri merayakan kelahiran Yesus Kristus. Pada perkembangannya banyak novena disusun untuk membantu umat mempersiapkan diri menyambut suatu perayaan atau menghadapi peristiwa tertentu. Novena-novena itu berisi permohon agar para kudus mendoakan umat beriman yang menghadapi pergumulan hidup. Beberapa novena yang sudah lazim diketahui oleh umat antara lain, Novena Medali Wasiat, Novena Hati Kudus Yesus, Novena Roh Kudus, Novena St. Yosef, Novena St. Yudas Tadeus, Novena Tiga Salam Maria, dan lain sebagainya.

Menurut buku pedoman Indugensi, “Indulgensi sebagian diberikan kepada umat beriman yang dengan tekun ambil bagian dalam novena yang diadakan sebelum perayaan Natal, Pentakosta, Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa.” Kiranya kita mengetahui bahwa Gereja menekankan bahwa novena merupakan praktek rohani untuk meneguhkan iman individu. Dengan demikian novena merupakan doa pribadi yang dipanjatkan untuk memohon rahmat dan karunia khusus. Berikut novena yang populer didoakan oleh sebagaian umat Katolik antara lain:

  1. Novena Tiga Salam Maria

Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis (1241-1298). Santa Mechtildis mendaraskan novena ini ketika mengalami masalah, kecemasan dan memohon didoakan oleh Bunda Maria agar suatu intensi segera dikabulkan. Ketika  menjelang ajalnya, ia semakin rajin dan tekun mendaraskan Novena Tiga Salam Maria. Konon, Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta agar ia berdoa tiga kali Salam Maria. Beberapa Santo yang berjasa dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria antara lain, Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori. Setidaknya tujuan doa Novena Tiga Salam Maria adalah memohon doa dari Bunda Maria dan pendampingan dari Bunda Maria melalui doanya, agar kita dapat menghadapi kesulitan.

  1. Novena Hati Kudus Yesus

Novena Hati Kudus Yesus adalah devosi rohani yang ditujukan kepada hati kudus Yesus, lambang kerahiman Ilahi kepada umat Manusia. Devosi ini dikenal di kalangan Gereja Katolik Roma, Anglikan dan Lutheran. Devosi ini pertama kali diperkenalkan oleh Marguerite Marie Alacoque, seorang biarawati Prancis. Doa tersebut terinspirasi dari penglihatan Rohani yang dialaminya. Ia melihat Yesus menampakkan diri-Nya dan meminta supaaya Marguerite berdoa kepada hati-Nya yang mahakudus. Dalam Ensiklik Miserentissimus Redemtor Paus Pius XII mengatakan, bila orang ingin memperbaiki diri dari dosa-dosanya dapat berdoa kepada Hati Yesus yang Mahakudus.

  1. Novena St. Antonius Padua

Novena St. Antonius Padua merupakan novena dari vision St. Antonius dari Ordo Fransiskan. Ia mengalami vision berulang kali berkat keteladanan hidupnya yang suci dihadapan Allah. Umat beriman mendaraskan doa novena ini ketika mengalami peristiwa kehilangan suatu barang, memohon pasangan hidup, Meskipun kita melakukan berbagai macam novena tetapi jangan lupa, puncak dari seluruh hidup Kristiani adalah Ekaristi. Oleh sebab itu, kiranya kita tidak mengabaikan Ekaristi Kudus karena melakukan berbagai novena. Novena bukan pula doa sulap agar Tuhan mengabulkan segala hal yang kita inginkan. Tentu saja selain berdoa kita perlu berusaha mencari jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi.

Penulis: Silvester Detianus Gea

 

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here