Makna dan Ciri Khas Masa Adven yang Umat Katolik Wajib Tahu!

0
531
Gambar ilustrasi oleh alsen / Pixabay

Kita sudah sering mendengar atau bahkan menyebut kata ‘adven’, tapi apa sebenarnya arti dari kata itu? Kata ‘adven’ berasal dari kata Latin ‘adventus’ yang berarti kedatangan. Kedatangan siapa? Tidak lain adalah kedatangan Yesus. Maka  ‘masa adven’ berarti masa untuk menunggu kedatangan Tuhan Yesus.

Masa adven ini berlangsung selama 4 minggu, yakni dari Minggu Adven I sampai dengan Minggu Adven IV. Pada Minggu I adven inilah dimulai tahun liturgi yang baru.  Bacaan-bacaan Kitab Suci untuk Minggu I dan II Adven berfokus pada kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, sedangkan Minggu III dan IV Adven mengarahkan kita pada kelahiran Yesus.

Masa adven selalu dimulai pada akhir November atau awal Desember. Pada setiap tanggal 30 November atau hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal tersebut, Gereja Katolik memulai masa Adven. Masa adven berakhir pada tanggal 24 Desember sebelum perayaan malam Natal.

Mengapa kita menantikan kedatangan Yesus? Perjanjian Baru menyatakan Yesus sebagai Mesias bangsa Yahudi, meskipun Yesus bukanlah Mesias yang diharapkan oleh kebanyakan orang Yahudi pada saat itu; sebab bangsa Yahudi saat itu menantikan Mesias yang dapat mengusir bangsa Romawi yang menjajah mereka. Injil dengan jelas menyatakan bahwa Kristus tidak datang untuk mendirikan Kerajaan di dunia atau untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari penjajahan Romawi; tetapi Ia mewartakan Kerajaan Surga bagi bangsa Yahudi dan bangsa non- Yahudi.

Kitab Suci mengajarkan agar kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. Persiapan diri yang dimaksud adalah ‘berjaga-jaga’, karena memang inilah yang diperintahkan oleh Kristus untuk menyambut kedatangan-Nya (lih. Mat 24:42. Mat 25:13; Mrk 13:33). ‘Berjaga- jaga’ di sini maksudnya adalah untuk mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal surgawi, dan bukan kepada hal- hal duniawi, pesta pora, dan dosa, seperti yang dilakukan orang banyak pada jaman nabi Nuh (lih. Mat 24:37-39, Kej 6:5-13). Dengan demikian, masa Adven merupakan masa pertobatan, masa di mana kita dipanggil Allah untuk kembali ke jalan Tuhan.

Apakah masa Adven tertulis dalam Kitab Suci? Jawabannya: jelas tidak. Kitab Suci tidak secara eksplisit berbicara mengenai masa Adven. Sekalipun demikian, bukan berarti bahwa masa Adven ini tidak ada dasar dalam Kitab Suci. Masa Adven tetap mempunyai dasar yang kuat dalam Kitab Suci. Dasarnya adalah bahwa Allah selalu menginginkan agar umat-Nya mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Hal ini bukan merupakan suatu ‘ide baru’; tetapi memang sudah diajarkan dalam Kitab Suci.

Perayaan Adven merupakan peringatan akan masa persiapan menyambut kelahiran Kristus dalam kedatangan-Nya yang pertama, dan penegasan masa penantian akan kedatangan Kristus yang kedua. Tidak ada yang salah jika kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Kristus, malah itu adalah keharusan, seperti diserukan oleh Yohanes Pembaptis, ataupun oleh Yesus sendiri.

Selama masa adven, Gereja membuat simbol-simbol yang disebut dengan Korona Adven (lingkaran Adven). Korona Adven berbentuk sebuah lingkaran yang diuntai dengan daun-daun pinus atau cemara dan di atasnya dipasang empat lilin (tiga lilin berwarna ungu yang menyimbolkan pertobatan dan penantian; dan satu lilin berwarna merah muda yang menyimbolkan sukacita); selain itu masih diberi asesoris lain seperti pita berwarna ungu dan merah.

Selain Korona Adven, Gereja Katolik juga tidak mengumandangkan madah kemuliaan atau Gloria; madah yang berkaitan dengan nyanyian para malaikat saat kelahiran Yesus, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2, 14). Madah ini akan dikidungkan pada saat Natal. Maka juga tidak tepat kalau umat Katolik merayakan Natal pada masa adven.

Referensi:
Katolisitas.org
Maria Handoko, Petrus. 2014. Dari Adven sampai Natal. Malang: Dioma.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here