Awal Pertemuan Kita, Sebuah Kenangan

0
143

Awal mula perjumpaan dan perkenalan kita memang begitu indah

Lebih indah dari pelangi yang menghiasi angkasa

Kala itu, aku mengenal kamu dan kamu mengenal aku telah lama

Kita berteman cukup lama meskipun berteman ala-ala jaman now

Ketika engkau telah putus dengan pacar lamamu, dimana kalian pacaran sekitar 7 tahun

Engkau mulai mencari aku dan beberapa teman lama

Tak sengaja engkau masuk sebuah grup di mana aku salah satu adminnya

Dari situlah muncul cerita cinta yang indah dan berakhir tragis

Aku pun melihat sejenak , tampak padaku seorang perempuan cantik nan manja

Tak berpikir panjang aku menggabungkan kamu dalam grup itu

Nama grup itu Catholic Theology yang kini telah di hack orang-orang yang tidak bertanggung jawab

Rasanya waktu itu jantungku mulai berdetak kencang

Aku mulai menyapamu memalui messenger

Kita saling bercanda dan saling menyapa sebagai teman lama

Entah apa yang ada dibenakku, seketika itu aku meminta nomor WA/Hpmu

Darahku sekejap berhenti, entah apa yang terjadi

Aku mulai sms dan telpon kamu, sambil bercanda bahwa hpku bergerak sendiri telpon kamu

Engkau pun merespon dengan telponan, waktu itu aku berada di tempat kerja

Tak peduli apapun aku merasa senang engkau menelpon

Kita pun melalui hari-hari dengan smsan, telponan dan WA bercerita tentang banyak hal

Mulailah kita akrab dan saling nyaman

Aku pun mulai mengutarakan perasaanku padamu

Waktu itu bulan November 2017, juga bulan kelahiranmu wahai bidadariku yang tak pernah kumili lagi

Engkau pun menerima perasaan yang kuutarakan danmeminta agar di beri waktu

Tak lama berselang engkau mengatakan bahwa engkau mencintaiku apa adanya

Akhirnya kita jalani dengan penuh sukacita sampai kita membuat perayaan jadian pada 31 desember di mana itu hari kelahiranku. Memang kita dua sejoli November-desember.

Setiap hari, setiap waktu, dipenuhi oleh cinta dan sayang, saling berbagi dalam suka dan duka

Hampir tidak pernah ada waktu yang tidak kita isi dengan telponan dan berkomunikasi

Perjalanan kita yang penuh bahagia itu hanya berjalan sampai bulan November 2018

Engkau memilih pergi secara diam-diam, berpindah pada hati yang lain

Awalnya aku tidak mengira bahwa engkau begitu tega berpaling

Seandainya engkau tidak lagi sayang, cukup katakana saja secara terus terang

Namun engkau tidak terus terang, engkau berkenalan dengan seseorang secara sembunyi dan kalian pacaran.

Waktu itu kita masih pacaran, bahkan engkau juga sering memanggil sayang padaku

Aku kurang tahu mengapa engkau bisa berbagi hati dan menduakan cintaku

Semua pupus dan hancur pada 27 Februari 2019 ketika engkau mengaku telah jadian dengan cowo lain

Ada kesedihan , ada sakit hati yang kurasakan. Engkau yang selama ini ku percaya bisa menjaga hati malah berpaling dan berkhianat.

Ya, saat ini aku ikhlas menerima kenyataan itu, sebab Tuhan telah menunjukkan padaku siapa sebenarnya kamu.

Engkau sering bertanya padaku ‘mengapa fotomu di handphoneku tidak kuhapus’?

Itu karena rasa sayangku abadi, dan butuh waktu lama menghilangkan rasa itu

Engkau sering meminta aku untuk ‘menghapus semua memori tentangmu?

Namun, tidak akan terhapuskan sampai kapanpun. Suatu saat kisah ini akan menjadi abadi dalam sebuah buku.

Indah pertemuan kita, bukan? tetapi berakhir luka. Tak seindah ucapan sayang yang selalu keluar dari mulut manismu.

Penulis: Silvester D. Gea

(Bagian dari buku ‘Mencintai Tanpa Balas’ yang dibuat dalam gaya bahasa puisi)

 

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here