Goresan Luka

0
110
Free-Photos / Pixabay

Aku tak mengira jika kisah kita berarkhir begini

Engkau yang berjanji menjaga hati

Malah mengingkari keberadaanku

Engkau khianati kepercayaanku

 

Engkau memberi cinta, juga menggoreskan luka

Begitu mudahnya bagimu membagi cinta

Engkau mengingkari cinta tulusku

Entah engkau malu punya pacar seperti aku?

 

Aku tidak tahu harus berkata apa

Marah pun tak dapat membuatmu kembali

Meskipun itu tanda aku tak ingin engkau pergi

Namun engkau selalu tidak mengerti maksudku

 

Terima kasih untuk semua

Terima kasih atas luka yang telah engkau goreskan

Ini kenangan yang tak terlupakan

Hingga akhir waktu

 

Aku tetap mencintaimu

Meskipun cintamu untuk yang lain

Kata pujangga ‘cinta tak harus memiliki’

Meskipun sakit membaca kalimat itu

 

Pesanku untukmu: Cinta sejati itu satu

Tidak mungkin mendua

Cinta sejati itu abadi

Tidak mungkin mudah digoyahkan orang

 

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Penulis adalah alumnus Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta, jurusan Ilmu Pendidikan Teologi. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal Suku Nias" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here