Awam Ngobrol: Hidup Ini Milik Siapa? Apakah Kita Bisa Dilahirkan Berulang Kali?

0
257
gambar ilustrasi oleh Free-Photos / Pixabay

Hai teman-teman semua,  topik ‘Awam Ngobrol’ hari ini adalah tentang “Hidup Ini Punya Siapa?” Pernah nggak sih teman-teman memikirkan atau mempertanyakan hidup kita ini milik siapa dan untuk apa sih? Apakah kita bisa dilahirkan berulang kali?

Sebelum menjawab semua pertanyaan yang mungkin melintas dalam kalbu di atas, ayat pada hari ini cocok banget untuk dijadikan dasar ngobrol kita. Ayat diambil dari Injil Yohanes 3:7 yang berbunyi “…. kamu harus dilahirkan kembali.”

Eitss … bukan reinkarnasi yang dimaksud Yesus di sini. Terus apa dong? Menurut e-Katolik Renungan Bahasa Kasih edisi 30 April 2019, dilahirkan kembali yang dimaksud Yesus di sini adalah: “ … lahir kembali dalam Roh, lahir menjadi anak-anak Allah. Ketika manusia sadar dan mengakui Yesus adalah Juruselamat, saat itulah manusia dilahirkan kembali.”

Gimana? Masih bingung ya? Nah ayo kita ngobrol lebih lanjut. Menurut pengalaman pribadi saya, kalimat ‘lahir menjadi anak-anak Allah’ adalah yang paling mudah saya alami dan saya rasakan. Pertama-tama, kita adalah anak. Anak akan selalu dikasihi oleh bapaknya, dan kita sebagai orang Katolik punya Allah sebagai Bapa kita yang kekal abadi. Dari beberapa kesempatan dalam hidup saya, Allah sungguh menunjukkan bahwa Ia adalah ‘bapak’ saya. Bagaimana bisa seperti itu? Izinkan saya bercerita hehe

Saya adalah anak rantau yang jauh dari orangtua. Saya berada di sebuah kota di mana orangtua saya tidak bisa mengawasi saya selama 24 jam non-stop. Lalu, siapa yang menjaga saya setiap waktu?

Pada banyak kesempatan, saya beberapa kali hampir tertabrak motor yang melaju sangat kencang. Entah bagaimana saya bisa selamat, padahal apabila sedikit saja tersenggol, saya sudah pasti ikut terseret motor tersebut. Ada lagi kejadian pada saat saya tertimpa suatu masalah besar – yang bahkan saya tidak bercerita kepada orangtua saya – masalah tersebut tiba-tiba saja dapat terlalui dengan mudah seperti seolah ada yang membantu menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat. Dan banyak lagi hal-hal unik dan ajaib lain yang terjadi dalam hidup saya, yang bahkan belum tentu dengan mudah terjadi apabila saya tinggal dekat dengan orangtua saya. Saya bisa merasa begitu terlindungi, seperti ada seorang “bapak” yang terus ada untuk saya di setiap waktu terberat dalam hidup.

Saya yakin teman-teman sekalian juga pernah mengalami kejadian yang serupa atau mungkin jauh lebih hebat, namun kita harus ingat fokus utama topik ngobrol kita hari ini. Apabila kita bisa merenungkan segala bantuan ajaib di saat terburuk hidup kita, kita secara sadar ataupun tidak sadar sudah merasakan kehadiran Allah sebagai ‘bapak’ kita. Dan dengan kita menyadari kehadiran Allah sebagai ‘bapak’, berarti kita juga sudah lahir menjadi anak-anak Allah. Tercapailah maksud Yesus dalam Injil di atas hehe…

Secara spontan pasti ada ucapan syukur saat kita berhasil melewati saat tersulit dalam hidup kita dan rasa syukur itu pastilah mengalir bagi Allah. Di situlah kita dilahirkan kembali. Kita akan menyadari bahwa hidup kita adalah milik Allah, ada Allah yang menjaga, dan ada Allah yang bertindak. Lalu tentang pertanyaan “Apakah kita bisa dilahirkan berulang kali?” Tentu saja! Kita selalu lahir kembali dalam Roh Kudus dan menjadi anak-anak Allah setiap kita menyadari bahwa hidup ini adalah milik-Nya. Dengan menyadari bahwa hidup ini milik Allah, kita akan senantiasa merawatnya dengan baik. Kalau tidak dirawat dengan baik, bisa diambil oleh Allah lagi deh hehe…

Jujur saja, menanamkan pemikiran semacam itu dapat membuat saya lebih tenang dan tegar dalam menghadapi persoalan hidup. Ini adalah pemikiran paling sederhana dan saya percaya teman-teman semua dapat memahaminya.

Saya berharap setelah teman-teman membaca tulisan singkat yang dibumbui oleh hasil olah pikir seorang awam ini, teman-teman bisa lebih menyadari makna dilahirkan kembali namun tidak hanya pada saat terpuruk saja, namun juga dalam setiap saat karena setiap helaan nafas kita juga merupakan suatu keajaiban *eeaaaaa … Terimakasih sudah menyimak obrolan hari ini, sampai jumpa di ‘Awam Ngobrol’ selanjutnya yaa …

avatar
Penulis berasal dari Paroki Mater Dei, Madiun. Saat ini sedang kuliah di Kota Kediri dan bergabung dengan OMK Paroki St. Vicentius A Paulo, Kediri.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here