Seorang Pengusaha Katolik di India Membangun Masjid

0
1019

Saji Cheriyan adalah pengusaha India beragama Katolik yang menjadi ekspatriat di Uni Emirat Arab (UEA). Ia kini menjadi simbol baru toleransi antarumat beragama.Setiap hari, Cheriyan menyisihkan uang pribadinya untuk membangun Masjid di Fujairah, UEA. Ia juga selalu menggelar acara buka puasa Ramadan bersama untuk ratusan jemaah Muslim di daerah tersebut. “Tidak ada gunanya menyimpan saldo besar di akun saya. Saya tidak akan membawa apa pun ketika saya mati,” tutur Cheriyan.

Seperti dikutip dari Gulf News dan Suara.com Senin (18/5), Cheriyan kini dijuluki sebagai Duta Besar Perdamaian dan Toleransi, ketika ia membangun Masjid yang ditujukan untuk pekerja asing Muslim di UEA. Masjid itu dibangun dengan biaya 1,3 juta Dinar di kompleks mewah Real Ville East Estate Al Hayl Industrial. Masjid bernama Mariam Um Eissa atau Masjid Maria Bunda Yesus itu dapat menampung 250 jemaah sekaligus. Tahun ini, ketika menginjak bulan Ramadan, Cheriyan juga menjadi tuan rumah bagi acara buka puasa setiap hari.

Setiap hari, acara buka bersama Cheriyan tersebut sedikitnya selalu diikuti oleh 800 orang pekerja dan karyawan asing di pusat bisnis pendingin udara. Tak hanya itu, meski beragama Katolik, Cheriyan juga ikut tidak makan pada siang hari seperti pekerja Muslim, khusus saat bulan Ramadhan.

“Setiap Ramadhan, saya selalu tak makan pada siang hari. Sudah 13 tahun seperti itu. Masjid Maria Bunda Yesus selesai dibangun pada malam 17 Ramadan tahun lalu. Jadi, mulai tahun ini, saya bisa menggelar acara buka puasa bersama di sana, setiap hari,” kata Cheriyan kepada Gulf News. Cheriyan menuturkan, entah percaya atau tidak, bisnis miliknya semakin maju dan makmur tatkala membangun Masjid Maria Bunda Yesus tersebut.

“Saya mendapat lebih banyak bisnis setelah itu. Jadi, bisa dikatakan, uang yang saya habiskan untuk membangun masjid, sudah kembali kepada saya. Jadi, uang itu tahun ini saya pakai untuk menyediakan makanan berbuka puasa gratis,” tuturnya. Cheriyan yang asli Kerala India ini menuturkan, pengalamannya itu menunjukkan setiap orang yang bersedekah dengan niat murni, akan mendapatkan balasan setimpal. “Saya punya cukup uang untuk menjalani kehidupan yang layak. Tidak ada gunanya menyimpan saldo besar di akun saya. Saya tidak akan membawa apa pun ketika saya mati. Kepuasan yang saya dapatkan dengan melakukan ini adalah sesuatu yang istimewa. Ini tak ternilai,” tutur lelaki berusia 50 tahun itu. “Aku berhutang banyak pada tanah ini. Kita perlu menghargai mereka atas cara mereka menerima orang-orang dari berbagai negara dan agama. Banyak orang Arab mengundang saya untuk menghargai. Orang-orang yang berbuka puasa di sini mengingat saya dan keluarga saya dalam doa-doa mereka. ”

Abdul Qayum, seorang sopir bus di UAE asal Pakistan berusia 63 tahun, yang berbuka puasa pada hari Rabu pekan lalu di Masjid Maria Bunda Yesus, memuji Cheriyan. “Dunia membutuhkan orang-orang seperti dia. Jika tidak ada orang seperti dia, dunia akan berakhir. Kami berdoa untuknya. Allah akan memberkatinya. ” Pujian senada juga diungkapkan Vajas Abdul Wahid, asisten manajer India yang bekerja di UAE. Wahid mengatakan, Masjid dan berbuka puasa bersama yang digelar Cheriyan tak hanya bermanfaat di daerah tersebut.

“Ada lebih dari 50 karyawan yang tinggal di daerah ini. Karyawan senior dan buruh tinggal di akomodasi terpisah. Tapi, ketika kita datang ke sini, kita semua sama. Kami berdoa dan berbuka bersama”, kisah Wahid. **

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here