Tuhan Yesus Mewariskan Damai Sejahtera, Bukan Perpecahan

0
686
pixel2013 / Pixabay

Tuhan Yesus Mewariskan Damai Sejahtera, Bukan Perpecahan: Renungan Harian Katolik, Selasa 21 Mei 2019 — JalaPress.com; Injil: Yoh. 14:27-31a

Biasanya, sebelum orang tua meninggalkan anak-anaknya (mati), ia terlebih dahulu mengumpulkan mereka (jika masih sempat) dan memberitahukan kepada mereka kata-kata terakhirnya (wasiat). Misalnya, rumah akan jatuh ke tangan siapa, tanah perkebunan pembagiannya bagaimana, ada utang yang harus dibayar oleh siapa atau kepada siapa, dan sebagainya. Pokoknya, isi wasiat itu bisa bermacam-macam.

Nah, Yesus juga menyampaikan wasiat kepada para murid-Nya. Saya membahasakan itu sebagai wasiat sebab Yohanes mencatat bahwa pesan-pesan penting ini justru disampaikan oleh Tuhan Yesus menjelang sengsara dan wafat-Nya. Ia berkata: “Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh. 13:34).

Dalam khotbah hari Minggu kemarin saya mengatakan bahwa yang namanya wasiat itu harus dilakukan sebab jika tidak, pasti ada akibatnya. Lalu, apa akibatnya kalau kita tidak menjalankan wasiat dari Tuhan Yesus? Akibatnya: kita tidak bisa dikenali sebagai murid Yesus. Yesus sendiri berkata: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35).

Hari ini Tuhan Yesus kembali menitipkan pesan penting bagi kita. Dia berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu” (Yoh. 14:27a).

Damai sejahtera itu merupakan harta terbesar yang kita perlukan dalam hidup ini. Kita boleh punya ini dan punya itu tapi jika tidak ada damai di antara kita, percuma. Sebaliknya, biar kita hanya punya beberapa potong pakaian dan makan seadanya, tapi kalau ada damai di antara kita, maka tenanglah hidup ini. Bahkan, kalau ada damai, nasi tanpa lauk sekalipun tetap enak rasanya.

Semua orang perlu yang namanya ‘kedamaian’ itu. Kita juga memerlukannya. Makanya dalam Misa kita biasa mengatakan ‘Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu.’

Perdamaian yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Tidak mungkin ada damai di luar sana kalau diri masing-masing orang tidak damai. Tidak mungkin kita mengharapkan ada kedamaian yang lebih besar jika keluarga-keluarga sibuk bertengkar. Kita tidak bisa menjaga perdamaian dalam lingkungan yang lebih besar jika kita sendiri dan keluarga belum mampu menciptakan kedamaian.

Maka, kalau mau supaya di luar sana ada damai, ciptakanlah kedamaian terlebih dahulu di dalam diri sendiri dan keluarga. Bagaimana caranya? Yesus tidak muluk-muluk. Ia langsung bilang: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27b). Damai itu tercipta kalau hati kita tenang, tidak grasa-grusu, gelisah, dan takut. Orang yang hidupnya kebanyakan gelisah dan takut tidak akan pernah tenang.

Bagaimana caranya supaya kita tidak gelisah dan takut? Yesus berkata: “Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita” (Yoh. 14:28). ‘Mengasihi Tuhan’ berarti juga mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya. Jika ada beban hidup, jangan dipikul sendiri. Gelisah dan takut tidak akan menyelesaikan persoalan. Kita harus menyerahkan segala perkara pada ahlinya, yaitu pada Tuhan Yesus. Jangan pernah menyelesaikan masalah sendiri. Kita pasti tidak kuat, biar Yesus saja.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here