Gua Maria Bukan Sarang Berhala

0
1067

Banyak website anti Katolik menyebarkan hoax tentang iman Katolik. Mereka menuduh bahwa Umat Katolik menyembah berhala dengan cara membuat gua Maria. Website http://katholiksesat.blogspot.com/2010/10/gua-maria-adalah-sarang-berhala.html adalah salah satu yang ditanggapi oleh tim JalaPress.com.

Keberadaan gua Maria dalam tradisi Gereja Katolik mempunyai sejarah yang panjang. Tradisi tersebut berkaitan dengan penampakkan Bunda Maria selama beberapa kali kepada orang-orang ‘tertentu’. Pada tahun 1858, Bunda Maria menampakkan diri kepada St. Bernadette Soubirous di sebuah gua di kota Lourdes, Prancis. Gua tersebut dikemudian hari menjadi tempat ziarah populer bagi umat Katolik. Tempat ziarah ini menjadi inspirasi bagi komunitas Katolik untuk membuat gua Maria di berbagai tempat.

Gereja Katolik membuat Gua Maria sebagai tempat untuk ziarah dan devosi (penghormatan) kepada Bunda Maria. Oleh sebab itu tempat-tempat tertentu dibuat sebagai tempat ziarah berkaitan dengan kejadian supranatural Maria atau faktor sejarah untuk memberi penghormatan (devosi) kepada Bunda Maria. Beberapa tempat ziarah yang merupakan tempat penampakkan Bunda Maria antara lain Fatima, Portugal, Guadalupa, Meksiko dan lain sebagainya.

Sementara itu Gua Maria di Indonesia mempunyai sejarah yang berbeda, misalnya Sendangsono tempat pembaptisan pertama orang Jawa. Gua Maria di Indonesia ada yang terbuat dari gua dan ada yang dibuat pada gua asli. Gua Maria dibuat untuk memberikan devosi (penghormatan) kepada Bunda Maria, terlebih untuk mendekatkan diri Pada Allah Tritunggal yang telah berkarya melalui Bunda Maria. Selain itu, umat Katolik juga memohon didoakan oleh Bunda Maria (sebagai satu persekutuan) kepada Allah Tritunggal.

Baca:

Sarang Berhalakah Gua Maria?

Pernyataan itu, tidak tepat. Umat Katolik tidak pernah menyembah patung Maria atau Bunda Maria. Patung yang ada di gua Maria adalah lambang, sarana, simbol dan bukan tujuan dari penghormatan. Tujuan penghormatan adalah kepada pribadi Maria, sementara tujuan penyembahan kepada Allah Tritunggal Maha Kudus. Umat Katolik menghormati Bunda Maria sebenarnya mempunyai dasar Alkitabiah. “…Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,….(bdk. Luk. 1:48). Bunda Maria dalam Magnificat atau Nyanyian Pujiannya menyebut bahwa segala keturunan akan menyebutnya berbahagia. Menyebut berbahagia berarti ada praktek atau tindakan yang dilakukan oleh segala keturunan yang dimaksud. Salah satu tindakan itu adalah devosi (penghormatan) kepada Bunda Maria dengan membuat gua Maria. Jadi, gua Maria yang dibuat oleh Gereja Katolik tidak sama dengan gua lain yang digunakan sebagai tempat penyembahan berhala atau pesugihan.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here