2 Timotius 1:16-18 Meneguhkan Bahwa Onesiforus Telah Wafat

0
282
Mysticsartdesign / Pixabay

Dalam beberapa diskusi, ada perbedaan pendapat tentang Onesiforus dalam surat kedua Rasul Paulus kepada Timotius. Pembahasan tentang Onesiforus biasanya berkaitan dengan iman Katolik yang mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia. Gereja Katolik meyakini bahwa Onesiforus telah meninggal dunia ketika Paulus mengirim surat kepada Timotius. Bahkan beberapa ahli Kitab Suci Protestan seperti A. T. Robertson (Kristen Baptis), Begel (Lutheran) dan Alford (Anglikan) meyakini bahwa Onesiforus telah meninggal dunia seperti disebutkan dalam 2 Tim. 1:16-18.

Ayat tersebut berbunyi “Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.” (2 Tim 1:16-18). Berikut adalah beberapa penjelasan yang dapat kita berikan kepada lawan diskusi.

Pertama, 2 Timotius 1:16-18 memang tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa Onesiforus  telah wafat. Namun secara logis kita dapat menemukan bahwa Rasul Paulus mengucapkan doa dan harapan untuk Onesiforus supaya mendapat rahmat pada hari Tuhan. Ucapan doa dan harapan yang disampaikan Rasul Paulus ditujukan kepada keluarga Onesiforus dan Onesiforus dengan isi yang berbeda. Seperti kita ketahui ‘Hari Tuhan’ dalam berbagai ayat mengacu kepada hari penghakiman. Oleh sebab itu, lebih logis jika Onesiforus telah wafat.

Kedua, 2 Tim. 1:16-18 merupakan dasar Gereja Katolik untuk mendoakan umat yang masih hidup dan juga jiwa-jiwa  umat yang telah meninggal dunia. Gereja Katolik mengikuti teladan Rasul Paulus yang mendoakan Onesiforus yang telah meninggal dan juga keluarga Onesiforus.

Baca Juga:

Ketiga, Marcus Dods (1834-1909) dari Free Church, Scotlandia memberi alasan mengapa dalam surat itu menunjukkan bahwa Onesiforus telah meninggal dunia.

“Pastilah bahwa kemungkinan yang seimbang berpihak kepada pandangan bahwa Onesiforus sudah wafat ketika Paulus menuliskan kata- kata ini. Bukannya hanya fakta bahwa di sini ia [Paulus] mengatakan “keluarga Onesiforus” dalam hubungannya dengan saat ini, dan tentang Onesiforus sendiri hanya dalam hubungannya dengan saat lampau. Ada juga fakta yang lebih jelas bahwa pada salam terakhir, ketika salam- salam ditujukan kepada Prisca dan Aquila, dan dari Ebulus, Pudens, Linus dan Klaudia, namun sekali lagi hanya ‘keluarga Onesiforus’, dan bukannya Onesiforus sendiri yang diberi salam. Gaya bahasa ini hanya dapat sepenuhnya dimengerti jika Onesiforus tidak lagi hidup di dunia ini, tetapi masih memiliki istri dan anak- anak yang masih hidup di Efesus. Tetapi adalah tidak mudah untuk menjelaskan referensi ini kepada keluarga Onesiforus, jika ia [Onesiforus] sendiri masih hidup…..“Juga terdapat karakter tertentu dari doa Sang Rasul. Mengapa ia membatasi harapannya agar Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya pada Hari-Nya (Hari Tuhan adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan Hari Penghakiman/ akhir dunia- Yes 13:6; Yl 1:15, 2:1,11; Ams 5:20; Ob1:15; Zef 1:7,14; Luk 21:34; Kis 2:20; 1 Kor 1:8; 3:13, 5:5; 2 Kor 1:14; 1 Tes 5:2; 2 Tes 2:2; 2 Tim1:12; Ibr 10:25; 2 Pet 3:10). Mengapa ia [Paulus] tidak juga berdoa agar rahmat Tuhan dicurahkan kepadanya [Onesiforus] di dalam kehidupan ini? Perkataan Rasul Paulus ini akan terdengar janggal jika Onesiforus masih hidup, namun menjadi lebih masuk akal jika Onesiforus sudah wafat. Tentang hal yang kedua, nampaknya tidak ada alasan untuk meragukannya bahwa perkataan Rasul Paulus itu merupakan sebuah doa…. bahwa Sang Hakim pada Hari Penghakiman Terakhir akan mengingat semua perbuatan baik yang dilakukan Onesiforus, yang tidak dapat dibalas oleh Rasul Paulus, dan menempatkannya [semua kebaikan itu] sebagai miliknya. Paulus tidak dapat membalasnya, tetapi berdoa agar Tuhan melakukannya dengan menunjukkan rahmat belas kasihan kepadanya [Onesiforus] pada Hari Terakhir itu.”[1]

[1] Marcus Dods, Robert Alexander Watson, Frederic William Farrar, An Exposition on the Bible: a series of expositions covering all the books of the Old and New Testament, Volume 6 [Hartford, Conn.: S.S. Scranton Co., 1903, p. 464), seperti dikutip dalam http://www.katolisitas.org/apakah-onesiforus-sudah-wafat-menurut-2tim-1-16-18/.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here