Penantian 21 Tahun Umat Gereja St. Clara Terkabul

0
563

Penantian panjang umat Gereja Santa (St.) Clara-Bekasi Utara kini telah terjawab. Gereja St. Clara yang telah diperjuangkan hingga 21 tahun, kemarin Minggu (11/8/2019) diresmikan.

Pada peresmian itu hadir, Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, undangan dan ribuan umat Katolik di Bekasi Utara. Menteri ESDM pada kesempatan itu memukul gong saat peresmian Gereja. ”Setelah mengalami perjuangan yang panjang, peresmian hari ini merupakan kegembiraan umat yang nyaris sempurna. Kita bahagia luar biasa sekali,” ujar Eman Dapaloka, Dewan Paroki Santa Clara.

Menurut Eman, Gereja St. Clara telah terbentuk sejak 21 tahun lalu. Kala itu, jumlah jemaat mencapai 9.000 orang. Namun, jemaat melakukan kegiatan Ekaristi di sebuah ruko Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara. Beberapa waktu kemudian, panitia pembangunan mengurus perizinan sejak tahun 2002. Tantangan dan rintangan terus melanda, namun dilewati oleh panitia pembangunan gereja. Warga setempat juga sempat menolak kehadiran Gereja. Selain itu pengurusan izin sempat terhambat.

Pada tanggal 28 Juli 2015, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, memberi izin mendirikan bangunan (IMB) Gereja St. Clara. Namun warga setempat tetap menolak terutama dari beberapa ormas. Seperti diketahui pada 10 Agustus 2015, ribuan massa ormas melakukan demo di lokasi pembangunan gereja. Meskipun waktu itu belum dilakukan peletakan batu pertama. “Mengingat izin yang diberikan Pemerintah Kota Bekasi dapat berakhir dalam waktu 6 bulan apabila tidak ada pembangunan. Maka kami memutuskan untuk melakukan peletakan batu pertama di lokasi gereja pada tanggal 5 Desember 2015, untuk memulai pembangunan gereja,” ujar Eman.

Kini, Gereja St. Clara telah melaksanakan Misa Minggu sebanyak empat kali. Data terbaru Agustus ini ada 8.515 umat. “Daya tamping gereja hanya 1.200 umat, sehingga kami bagi empat misa perminggunya,” lanjut Eman. Eman menuturkan, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang menandatangani prasasti peresmian penggunaan gereja, didampingi oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, yang diundang oleh umat Gereja St. Clara.**

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here