Persahabatan BJ. Habibie dan Romo Mangun

0
453

Bacharudin Jusuf Habibie, memang telah meninggal (Rabu, 11/9/19), namun banyak kisah menarik yang akan dikenang sepanjang masa. Salah satunya adalah perjalannya ke Jerman, yang konon didampingi oleh Pastor Gilbert. Dia yang menemani Rudy Habibie untuk mencari tempat tinggal selama di Jerman.

Ketika di Jerman, Rudy sempat menjalin kasih dengan seorang wanita Katolik dari Polandia, wanita itu bisa berbahasa Indonesia. Karena kebetulan dulu akrab dengan seorang suster biarawati asal Ambon yang kemudian menjadi misionaris di Polandia. Namun, kisah cinta itu kandas, tak lain karena perbedaan agama dan kewarganegaraan.

Salah satu hal menarik dari perjalanan Rudy di Jerman adalah ketika dia masuk ke dalam Gereja Katolik, kemudian melakukan salat di sana. “Saya tahu Tuhan, orang yang yang membuat tempat ini adalah mereka yang percaya satu Tuhan,” ujarnya.

“Saya tidak mengganggu mereka, saya hanya ingin berdoa di tempat ini karena tidak mempunyai tempat,” lanjutnya. Setelah salat berkali-kali di dalam gereja itu, Rudy Habibie bertemu dengan Romo Mangun, yang kebetulan sedang studi arsitek di Aachen Jerman.

Awalnya, Rudy berpikir bakalan kena marah dari Romo Mangun, tapi mereka justru semakin akrab.

Seraya Rudy mengatakan, “Terima kasih Romo, Anda mengajarkan saya Ber-Islam.”

“Rud, mengapa kamu salat disini?” tanya Romo Mangun.

“Sebelum mas Romo kesini saya sering salat disini, aku menumpang saja Mas. Aku butuh kedamaian Allah, disini kan tidak ada masjid,” kata Rudy menjelaskan.

“Rudy…Rudy, andaikan satu dunia ini sepertimu,” ujar Romo Mangun sambil tersenyum.

“Seperti saya? tukang ngotot maksudnya?” timpal Rudy.

“Bukan begitu, tetapi orang yang selalu yakin Tuhan yang Maha Pengasih, apa yang dibuatnya, segala cobaannya, dan segala perbedaan di bumi,” terang Romo Mangun.

“Senang sekali melihatmu nyaman berdoa di gereja dengan caramu sendiri, ini justru bukti keimananmu tak mudah goyah Rud,” jelas Romo Mangun.

“Ah, mas Romo bijak sekali, seperti pastor saja,” kata Rudy.

“Lho selama ini kamu memanggil saya Romo kan, kok kaget kalau saya pastor?” ucap Romo Mangun.

“La itu kan nama mas Rama kan? Romo?” sambung Rudy.

“Bukan! saya itu Romo alias pastor, nama saya Y.B Mangunwijaya, Romo itu panggilan dalam bahasa Jawa,” terang Romo Mangun.

Keduanya kemudian tertawa, dan menjadi kawan baik sejak saat itu.

Ketika Mangunwijaya meninggal dan disemayamkan di Gereja Katedral Jakarta, datanglah Rudy Habibie ke gereja itu.

Dia berkata, “Apa boleh saya berdoa dengan cara saya, Romo Mangun adalah sahabat saya.”

Setelah itu, karena Y.B Mangunwijaya akan dimakamkan di Yogyakarta, Habibie mengirim pesawat Hercules untuk sahabatnya.

Y.B Mangun Wijaya si “Burung Manyar” itu terbang dengan pesawat sahabatnya, waktu itu Habibie adalah Presiden RI ke-3.

Sumber:https://intisari.grid.id/read/031849333/cerita-bj-habibie-bertemu-romo-mangun-setelah-salat-di-dalam-gereja-terima-kasih-romo-anda-mengajarkan-saya-ber-islam?page=all

 

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here