Mengenal Tiga Malaikat Agung, Pelayan Allah

0
933
OpenClipart-Vectors / Pixabay

Gereja Katolik mengakui dan mengimani keberadaan makhluk rohani tanpa badan yang disebut Malaikat. Keberadaan malaikat merupakan kebenaran iman, kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi. “Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan ‘malaikat’, adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas” (KGK 328). Santo Agustinus mengatakan: “Malaikat menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat” (Psal. 103,1,15). Oleh sebab itu dalam keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah (Mat. 18:10, Mzm. 103:20 (Bdk. KGK 329). Mereka adalah makhluk rohani murni yang mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi (bdk. Pius XII: DS 3891. Dan tidak dapat mati (bdk. Luk 20:36)….Mereka adalah makhluk yang melampaui makhluk yang lain dalam kesempurnaan (bdk. KGK 330).

Katekismus Gereja Katolik (KGK) mengajarkan bahwa ‘Sejak masa anak-anak (bdk. Mat. 18:10) sampai kematiannya (bdk. Luk. 16:22) malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan (bdk. Mzm 34:8; 91:10-13) dan doa permohonan (bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob. 12:12). “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Basilius, Eun. III, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikata dan manusia yang bersatu dalam Allah [KGK 336]. Pada kesempatan ini tim JalaPress menjelaskan secara singkat tentang ketiga malaikat agung.

Pertama, Malaikat Agung Santo Gabriel

Gabriel artinya ‘kekuatan Allah’. Kisah malaikat Gabriel dapat kita temukan dalam berbagai ayat Kitab Suci. Kisah malaikat Gabriel dapat kita temukan dalam Injil Lukas. Malaikat Gabriel bertindak sebagai pembawa kabar gembira tentang kelahiran Yesus. Malaikat Gabriel masuk ke rumah Bunda Maria dan memberi salam (bdk. Luk. 1:26-38).

Kedua, Malaikat Agung Santo Mikhael

Mikhael artinya ‘Siapakah seperti Tuhan’. Malaikat Mikhael disebut sebagai penghulu Malaikat. Kitab Daniel menyebutkan bahwa Dia akan muncul pada akhir zaman sebagai pemimpin besar (bdk. Daniel 12:1). Selain itu, ia juga disebutkan dalam suatu perselisihan dengan iblis mengenai mayat Musa. Mikhael tidak berani menghardik iblis, namun ia mengatakan ‘kiranya Tuhan menghardik engkau! (Yud. 1:9).’

Baca Juga:

Ketiga, Malaikat Agung Santo Rafael

Rafael artinya Tuhan yang menyembuhkan. Kisah malaikat Rafael dapat ditemukan dalam Kitab Deuterokanonika Tobit  (Tobit 3:17, 12:15). Ia menyebut diri sebagai salah seorang dari ketujuh malaikat yang melayani Allah (bdk. Wahyu 21:9, Tobit 12:15). Malaikat berperan dalam penyembuhan mata Tobit yang buta dan menjadi pelindung bagi Tobias dalam upaya mencari obat untuk menyembuhkan ayahnya, Tobit. Selain itu, ia melepaskan Tobias dari pengaruh setan Asmodeus (bdk. Tobit 3:17).

Dalam Konsili Roma pada tahun 745 di bawah pemerintahan Paus Saint Zachary, Gereja Katolik secara resmi hanya mengakui nama tiga dari tujuh Malaikat: St. Michael, St. Gabriel, dan St. Raphael. Meskipun Gereja mengakui bahwa ada tujuh Malaikat menurut Kitab Suci dan Tradisi Suci, karena ketiga Malaikat ini adalah satu-satunya malaikat yang disebutkan dalam Kitab Suci, tiga malaikat tersebut secara resmi diakui sebagai nama malaikat dalam doktrin Katolik. Empat nama malaikat yang tidak masuk secara resmi dalam doktrin Gereja Katolik adalah St. Uriel, St. Yehudiel, St. Barachiel, St. Sealtiel.

Catatan Kaki:

Baca Dokumen Konsili Roma pada tahun 745; https://www.ccel.org/ccel/schaff/npnf214.viii.vii.iii.xl.html?fbclid=IwAR1P62zCN1en0KJrCqOCll1D7E5TGhgYMLL3nnjqwDKeM04dKPGWdkfOwZM

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang) dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea.

Kolom Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here