Menomorduakan Allah? Ingat, Allah menghendaki kita setia kepada-Nya!

0
238
nattanan23 / Pixabay

Dalam kenyataan dunia kita sekarang ini, banyak orang yang lebih mengandalkan cara-cara instan untuk mendapatkan harta yang lebih. Dewasa ini, banyak sekali orang yang ingin mendapatkan harta dengan menggunakan cara-cara yang sangat instan dan tiga kecenderungan di antaranya sangat sering kita temui, yakni Perselingkuhan, Okultisme, dan Materialisme. Padahal, Tuhan Yesus amat jelas menegur kita dengan bersabda,” Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”(Mat 6:19-21,24)

Saya punya suatu pengalaman rohani yang luar biasa ketika saya mengikuti Retret Penyelenggaraan Ilahi di Cikanyere pada bulan Desember yang lalu. Ada seorang Bapak yang meminta tolong kepada saya untuk mencari Imam yang akan memimpin Perayaan Ekaristi hari Sabtu sore karena beliau mau datang untuk mengaku dosa. Tetapi pada saat siang hari sebelum Perayaan Ekaristi, Bapak ini yang diajak oleh seorang temannya mengatakan bahwa beliau sudah meninggalkan Tuhan dan berprofesi menjadi dukun selama 5 tahun! Setelah Pengakuan dosa, beliau bicara mengenai perasaan beliau setelah mengaku dosa dengan mengatakan,” Mas, saya tadi memang tidak menerima komuni saat Misa karena betapa besar dan beratnya beban dosa saya. Tapi sekarang saya lega Mas. Dengan begini besok saya sudah bisa menerima komuni suci lagi. Terima kasih atas bantuannya Mas.” 

Seperti apa yang disabdakan oleh Tuhan Yesus tadi bahwa “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Mat 6:24), demikian pula kita seharusnya menomorsatukan dalam hidup kita. Karena, Allah kita adalah Allah yang cemburu! Pengalaman dengan Bapak tadi, sungguh membuka cakrawala kita bahwa masih banyak orang-orang yang menomorduakan Allah dalam hidupnya. Bahkan termasuk orang-orang Katolik.

Pengalaman ini membawa saya kepada pertobatan yang sejati. Dan pengalaman ini sungguh meneguhkan bagi saya. Semoga kita, yang sudah lama menjadi orang Katolik, sungguh diberkati dan ingin selalu mendekat kepada Yesus sehingga kita tidak sampai terjerumus pada Dualisme.

Kita semua harus menyadari bahwa tanpa Yesus, kita tidak bisa melawan kuasa si jahat. Karena kedagingan kita lemah.

Semoga di Masa Prapaskah ini, kita sungguh menyadari bahwa kita ini sering menomor duakan Allah dalam hidup kita dan sungguh-sungguh memanfaatkan Masa Tobat ini dengan baik. Amin

Aku adalah seorang pria yang sangat suka dengan berbagai ungkapan Cinta. Salah satunya adalah "I love you". Aku seorang OMK dari Paroki St Yohanes Evangelista Kudus.