22.6 C
New York
Monday, September 27, 2021

Menjadi Ibu, Saudara dan Saudari Yesus

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mat 12:46-50)

Dekat dengan Yesus adalah impian semua orang yang beriman kepada-Nya. Tak hanya dekat, orang beriman juga bisa menjadi ibu, saudara dan saudari-Nya, walau tak memiliki ‘hubungan darah’ dengan-Nya. Betapa beruntungnya orang beriman yang mengalami hal itu. Siapa yang tidak bersukacita? Siapa yang tidak bangga apabila menjadi ibu, saudara dan saudari Yesus? Anda pasti bersukacita dan berbangga. Saya juga. Tapi, bagaimana caranya?

Tuhan Yesus dalam Injil hari ini (Mat 12:46-50) memberitahu kita caranya. Caranya adalah melakukan kehendak Bapa! “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Lalu, apa saja yang termasuk kehendak Bapa? Tentu apa saja yang baik. Sebut saja: mengasihi, memaafkan, membawa damai, peduli dengan sesama, rendah hati, taat-setia pada Allah, berkorban bagi banyak orang dan rajin berdoa. Pokoknya segala yang baik itu adalah kehendak Bapa yang Mahabaik. Atau, mari kita berjuang menjalankan dan menghayati hukum pertama dan terutama yang diajarkan Yesus. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:37-39). Jadi, kalau mau menjadi ibu, saudara dan saudari Yesus, janganlah lelah melakukan hal-hal demikian. Apabila kita setia melakukannya, Yesus pasti berkata, “Inilah ibu-Ku, inilah saudara dan saudari-Ku!” Betapa hati kita akan berbunga-bunga karena kelimpahan sukacita!

Kita memang sadar, melakukan hal-hal baik sesuai kehendak Bapa itu penuh perjuangan, walau sangat mudah diucapkan. Tapi, kita tertantang untuk terus berjuang mewujudkannya setiap hari sesuai perutusan masing-masing. Ketekunan dalam melakukan kehendak Bapa tidak hanya membuat kita pantas disebut ibu, saudara dan saudari Yesus, tetapi juga kita mendapatkan sukacita sejati. Sukacita sejati itu berasal dari Bapa yang kehendak-Nya itu telah kita laksanakan dengan tekun dan setia.

Tuhan Yesus, berilah kami ketekunan dan kesetiaan dalam melakukan hal-hal baik sesuai kehendak Bapa, agar kami pantas menjadi ibu, saudara dan saudari-Mu. Kami yakin, sukacita tak terkatakan itu hanya ada pada-Mu; kami hanya bisa rasakan ketika kami menjadi ibu, saudara dan saudari-Mu!***

 

 

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini