22.6 C
New York
Monday, September 27, 2021

Paus Fransiskus: “Semoga Kita Bertumbuh dalam Persahabatan dengan Yesus, Sang Roti Hidup”

Dalam renungannya sebelum memimpin doa Angleus pada hari Minggu 08 Agustus 2021, Paus Fransiskus merefleksikan Injil hari ini (Yoh 6:41-51) tentang Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup. Dia menggarisbawahi bahwa hanya Yesus yang memelihara jiwa kita dan memberikan kehidupan tanpa akhir ketika kehidupan di bumi berakhir.

***

Berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus menawarkan refleksinya yang diambil dari Injil hari itu yang menceritakan tentang Yesus berkhotbah kepada orang-orang yang telah melihat mukjizat penggandaan roti. Mengingat manna yang dengannya Tuhan memberi makan nenek moyang mereka ketika melakukan perjalanan di padang gurun, Paus katakan bahwa Yesus menyatakan diri-Nya sebagai roti yang penting dan perlu untuk kehidupan sehari-hari, dengan mengatakan “Akulah roti hidup”. Menurut Paus, hanya Yesus yang “memelihara jiwa”, mengampuni kita atas kegagalan kita, selalu menemani kita dan memberi kita kekuatan dan kedamaian hati, menggarisbawahi “Dia sendiri yang memberikan hidup yang kekal ketika kehidupan di bumi ini berakhir.”

“Gambar Yesus yang indah” sebagai roti hidup, menurut pengamatan Paus, “meringkas seluruh keberadaan dan misi-Nya” yang berpuncak pada Perjamuan Terakhir. Dia tidak hanya memberikan makanan kepada orang-orang, tetapi dari diri-Nya sendiri secara total, hidup, daging, dan hatinya, “agar kita memiliki kehidupan”, tambah Paus. Kata-kata ini membangkitkan “kekaguman kita atas karunia Ekaristi” dalam diri kita. Tuhan menjadi makanan bagi kita sebagai Roti Hidup, lanjut Paus, sesuatu yang memunculkan rasa takjub, diperkuat melalui adorasi kita.

Pada saat yang sama, Injil menceritakan bahwa orang-orang bukannya tercengang, malah menjadi tersinggung, bertanya-tanya bagaimana Yesus, yang mereka kenal, dapat mengatakan bahwa Dia adalah roti hidup. Paus berkata, kita juga kadang-kadang dapat memiliki sikap ini, di mana kita mungkin ingin memiliki Tuhan yang tetap di surga dan tidak terlibat dalam urusan kita sehari-hari. Sebaliknya, Paus menunjukkan, “Tuhan menjadi manusia untuk masuk ke dalam realitas konkret dunia ini” untuk menjadi bagian intim dari kehidupan kita, tidak terpisah dari kita di dunia lain untuk dipanggil oleh kita hanya ketika dibutuhkan. Yesus, yang mengasihi kita, “menginginkan keintiman ini dengan kita”, tegas Paus.

Sebagai penutup, Paus mendorong kita bahwa ketika berkumpul dengan keluarga untuk makan, sebelum memecahkan roti, untuk mengundang Yesus, Roti Hidup, ke dalam rumah kita dan meminta berkat-Nya, berdoalah dengan sederhana dan dengan keyakinan bahwa “Yesus akan berada di meja dengan kita dan kita akan diberi makan oleh cinta yang lebih besar”.

Paus berkata, mari kita melihat ke Perawan Maria sehingga dia dapat “membantu kita untuk tumbuh hari demi hari dalam persahabatan dengan Yesus, Roti Hidup.”

===

Artikel ini diterjemahkan dari Pope: May we grow in friendship with Jesus, the Bread of Life – Vatican News

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini