Kadang kamu harus berhadapan dengan kenyataan yang menyakitkan, tidak adil atau yang merugikanmu secara sepihak dan kamu sendiri tidak punya cara atau jalan lain kecuali menerimanya.
Sakit yang kamu rasakan seakan membuatmu tidak berdaya dan kamu hanya pasrah begitu saja. Kerugian yang kamu alami sepertinya membuatmu tetap terpuruk dan kamu kecewa. Atau ketidakadilan yang kamu rasakan semacam menindas martabatmu dan kamu dendam. Boleh saja! Itu reaksi manusiawi.
Tapi jika kamu terus larut dalam kekecewaan, emosi atau rasa yang menyesakkan itu, kamu semakin menderita. Jika kamu masih memendam rasa untuk membalas, kamu semakin dikendalikan oleh kenyataan pahit itu. Jika kamu merasa orang yang paling malang, kamu sulit menikmati keindahan.
Cobalah merubah sudut pandang bahwa apa yang sedang kamu hadapi adalah bagian dari latihan mental, kesabaran dan pematangan. Memandang sesuatu secara positip sedikit banyak akan membebaskanmu dari tekanan permasalahan yang sedang menggerogotimu. Sebab selalu ada hal baik yang bisa diperoleh dari sebuah kenyataan atau peristiwa yang mengecewakan.
Kuncinya adalah pada pikiran dan hati. Maka biarkanlah hati dan pikiranmu lebih tenang dan jernih untuk memandang dan menentukan cara atau jalan terbaik.
Penulis: P. Joseph Pati Mudaj, Msf


