1.3 C
New York
Monday, February 26, 2024

Mengapa Kita Percaya Yesus Tuhan, dan bukan Nabi atau Rasul?

Perlu digarisbawahi bahwa Yesus bukanlah tokoh legenda. Ia adalah seorang pribadi yang nyata pernah ada dalam sejarah umat manusia. Sejarawan dan penulis apologetik Yahudi abad pertama, Flavius Yosefus, menjelaskan bahwa Yesus adalah orang bijak yang dihukum salib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Kemudian, pada awal abad kedua, sejarawan dan senator Romawi, Publius Kornelius Tacitus, menyebutkan bahwa orang Kristen menerima nama mereka dari ‘Christus,’ yang ‘dibunuh atas perintah Pontius Pilatus’.

Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yoh. 11:25-26).

Nama Yesus Kristus mempunyai arti tertentu. Yesus, dari bahasa Ibrani Yeshua, yang artinya ‘Tuhan menyelamatkan,’ dan Kristus, dari bahasa Yunani Christos, yang berarti ‘yang diurapi’ dan memiliki arti umum ‘penyelamat.’ Dari nama-Nya saja kita sudah langsung tahu bahwa Dia bukanlah manusia biasa. Tentu pertanyaanya kemudian adalah mengapa kita harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan bukan seorang nabi atau rasul?

Pertama, Yesus berkata dan bertindak lebih dari seorang nabi atau rasul. Ia mengampuni dosa, sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan (Mrk. 2:5-7). Begitu pula dalam Yoh. 20:28, ketika Thomas memanggil-Nya sebagai ‘Tuhan dan Allahku’, Ia tidak mengoreksi Thomas, sebab apa yang dikatakan Thomas itu dianggap-Nya benar. Petunjuk lain tentang identitas ilahi Yesus adalah saat Ia berkata: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Begitu juga saat Ia berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Kedua, jemaat Kristen perdana menyembah Yesus sebagai Tuhan. Tulisan-tulisan Kristen paling awal menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa Yesus adalah ‘gambaran dari Allah yang tidak kelihatan’ (Kol. 1:15), yang di dalamnya berdiam kepenuhan keilahian secara jasmani (Kol. 2:8-9). Yesus memiliki ‘rupa Allah’ dan kepada-Nya bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi (Flp. 2:5-11).

Perlu dicatat bahwa jemaat Kristen perdana itu adalah orang-orang yang berpindah dari Yudaisme. Kita sendiri tahu bahwa orang-orang Yahudi sangat menentang penyembahan terhadap berhala,  binatang atau manusia, sebagai Tuhan. Sebab itu, mereka tidak begitu saja percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan. Namun, satu per satu dari mereka mulai percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan tatkala mereka melihat dengan mata kepala sendiri mukjizat-mukjizat yang ditunjukkan oleh Yesus, dan terutama peristiwa kebangkitan-Nya.

Bagaimana dengan kita? Percayakah engkau akan hal ini? Melalui perkataan dan lebih-lebih tindakan-Nya, Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak percaya terhadap ketuhanan Yesus. Dia adalah penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita (Tit. 2:13).

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini