20.7 C
New York
Monday, September 27, 2021

Paus Fransiskus Ungkapkan Harapan kepada Kaum Muda pada Hari Pemuda Internasional PBB

Paus Fransiskus memposting tweet untuk Hari Pemuda internasional PBB pada hari Kamis, 12 Agustus 2021. Bapa suci mengungkapkam bahwa kaum muda dapat membantu impian dunia yang lebih adil menjadi kenyataan.

***

Paus Fransiskus memiliki harapan yang besar kepada orang-orang muda, yang semangat mudanya dapat membawa dunia yang lebih adil dan merata, terutama bagi orang miskin dan orang yang membutuhkannya. Bapa Suci mengungkapkan perasaannya dalam sebuah tweet pada hari Kamis, pada kesempatan Hari Pemuda Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Dengan bantuan orang-orang muda dan semangat inovatif mereka, kita dapat mewujudkan mimpi dunia di mana roti, air, obat-obatan, dan pekerjaan mengalir deras dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan terlebih dahulu,” kata Paus dalam sebuah posting di akun Twitternya.

Tema: “Mengubah Sistem Pangan”

Diadopsi oleh Majelis Umum pada tahun 1999, Hari Pemuda Internasional PBB telah diperingati setiap tahun pada tanggal 12 Agustus sejak tahun 2000. Peringatan ini membawa isu-isu kaum muda menjadi perhatian masyarakat internasional dan merayakan potensi kaum muda sebagai mitra dalam masyarakat global saat ini.

Tema Hari Pemuda Internasional 2021 adalah: “Mengubah Sistem Pangan: Inovasi Pemuda untuk Kesehatan Manusia dan Planet” (Transforming Food Systems: Youth Innovation for Human and Planetary Health”). Ini menyoroti bahwa keberhasilan transformasi sistem pangan tidak dapat dicapai tanpa partisipasi yang berarti dari kaum muda.

Mitra perubahan

Dalam pesan untuk Hari Pemuda Internasional, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menekankan bahwa “orang-orang muda berada di garis depan perjuangan untuk membangun masa depan yang lebih baik untuk semua”.

Dia menunjukkan bahwa “Pandemi Covid-19 telah menyoroti kebutuhan mendesak akan jenis perubahan transformasional yang mereka cari – dan kaum muda harus menjadi mitra penuh dalam upaya itu”.

“Solusi yang dikembangkan oleh para inovator muda untuk mengatasi tantangan sistem pangan kita,” katanya, “adalah mengatasi ketidaksetaraan dalam ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, ancaman terhadap lingkungan kita dan banyak lagi”. Dorongan, kreativitas, dan komitmen ini terlihat juga di bidang lain seperti kesetaraan gender hingga pendidikan dan pengembangan keterampilan.

Namun, Sekjen PBB menunjukkan bahwa kaum muda tidak dapat melakukannya sendiri. “Mereka membutuhkan mitra untuk memastikan mereka terlibat, dilibatkan, dan dipahami.” Dalam hal ini, PBB memperkuat pekerjaannya untuk dan dengan kaum muda di seluruh dunia, melalui Strategi Pemuda 2030 di seluruh sistemnya.

Masa Depan dunia

Dalam pesan terpisah, Audrey Azoulay, Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), mendesak kaum muda untuk terus terlibat dalam komitmen mereka dan mengundang semua masyarakat sipil untuk memanfaatkan potensi besar keunikan, produktivitas kaum muda. dan kemampuan yang luar biasa.

Ia mencontohkan, kaum muda pun rentan dan tak berdaya berhadapan dengan ketidakstabilan sebagaimana dibuktikan oleh krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyebutkan bahwa setelah perempuan, kaum muda adalah yang paling terpukul kehilangan pekerjaan. Pekerjaan kaum muda turun sebesar 8,7% pada tahun 2020, dibandingkan dengan penurunan 3,7% untuk orang-orang yang berusia di atas 24 tahun. Azoulay mengatakan krisis pandemi juga telah menciptakan krisis kesehatan mental dan pendidikan bagi kaum muda, yang konsekuensinya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Azoulay menjanjikan tanggung jawab UNESCO dalam bertindak atas nama orang-orang muda ini, dengan mengatakan bahwa mereka adalah masa depan dunia. Inisiatif “Pemuda sebagai Peneliti” (YAR), diluncurkan pada tahun 2020, memanfaatkan ketahanan kaum muda dan bertujuan untuk mendukung proyek penelitian yang dipimpin oleh kaum muda tentang pandemi Covid-19.

UNESCO juga bermaksud untuk menjajaki gagasan sistem hibah global untuk membiayai proyek-proyek penelitian dan aksi akar rumput yang dipimpin oleh kaum muda, terutama melalui konferensinya bulan depan. Dalam hal ini, Azoulay mengatakan UNESCO menjangkau kaum muda dengan cara yang berarti melalui inisiatif, seperti Komunitas Pemuda Global, Jaringan Aksi Iklim UNESCO Pemuda (YoU-CAN) dan proyek-proyek untuk mencegah ekstremisme kekerasan.

Hari Pemuda Sedunia Gereja Katolik

Gereja Katolik juga memiliki Hari Pemuda Sedunia (WYD), yang dirayakan setiap tahun pada Minggu Palma di tingkat keuskupan dan lokal di seluruh dunia. Ini adalah inisiatif Santo Paus Yohanes Paulus II, yang telah mengundang umat beriman ke Roma untuk merayakan Tahun Suci Penebusan pada tahun 1983/84, menandai peringatan 1.950 tahun wafat Kristus.

Pada tahun 1984, lebih dari 300.000 orang muda dari seluruh dunia menerima undangan Paus dan datang ke Roma untuk Yubileum Internasional Pemuda pada Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus.

Tahun berikutnya, 1985, telah dikumandangkan oleh PBB sebagai “Tahun Pemuda Internasional”, dan penyelenggara di Vatikan menyerukan untuk mengadakan rapat umum pemuda untuk acara tersebut. Lebih dari 250.000 orang muda menanggapi undangan Paus dan datang ke Roma pada Minggu Palma tahun itu. Kemudian, Paus mengumumkan penetapan Hari Pemuda Sedunia pada tanggal 20 Desember 1985, dan WYD resmi pertama diadakan pada tahun 1986.

Selain dirayakan secara lokal setiap tahun pada Minggu Palma, WYD juga dirayakan secara internasional setiap 3 tahun atau lebih di tempat yang dipilih oleh Paus, di mana orang-orang muda dari seluruh dunia berkumpul di sekitar Bapa Suci. Pertemuan internasional terakhir diadakan di Panama City, Panama, pada Januari 2019 yang lalu. Ibu kota Portugal, Lisbon, menjadi tuan rumah WYD berikutnya, yang dijadwalkan pada Agustus 2023.***

 

Artikel ini diterjemahkan dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2021-08/pope-francis-twitter-un-international-youth-day-equitable-world.html

 

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini