Saat romantisme perkawinan meredup, cinta terasa hambar dan kamu akan menyadari bahwa kamu menikah dengan orang yang tidak sempurna. Sebab, waktu bisa saja mengubah segala sesuatu dan menghadirkan kejutan yang menyesakkan dada.
[postingan number=3 tag= ‘perkawinan-katolik’]
Kamu akan berhadapan dengan aneka persoalan, kebosanan, ketidaknyamanan, kebiasaan aneh, yang bisa jadi dulu tidak dipersoalkan tapi sekarang menjadi persoalan. Kamu akan merasakan bahwa jarak terjauh dalam sebuah hubungan adalah ketika dia ada di sampingmu tapi kamu merasa tidak nyaman, asing, aneh atau bahkan tidak ada.
Di situlah ujian kesetiaan akan cinta. Cinta akan teruji ketika kamu tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak sempurna. Cinta bukan hanya sekedar perasaan yang bisa berubah-ubah ketika berhadapan dengan situasi di luar dugaan. Cinta adalah keputusan dan komitmen yang tidak tergoyahkan ketika berhadapan dengan godaan atau ujian hidup.
Cinta itu seperti tanaman yang perlu dipupuk, disiram, dan dirawat setiap hari agar ia tumbuh dengan subur. Tanpa perawatan ia bisa layu bahkan mati. Ciptakanlah dan rawatlah cinta itu. Maka, romantisme perawinan bersinar lagi.
Sekalipun kamu tidak sempurna, cinta yang kamu berikan akan memberi makna lebih dalam dan mengagumkan daripada segala sesuatu yang pernah kamu bayangkan. Karena cinta berarti mencintai seorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna sepanjang waktu.
P. Joseph Pati Mudaj, MSF


