Ada hal yang bisa diketahui oleh orang lain, ada pula hal yang tidak harus diketahui orang lain. Ada ruang yang boleh dimasuki orang lain, tapi ada juga ruang yang tidak boleh dimasuki siapa pun.
Itulah hal pribadi, ruang privat. Hal dimana kamu dan Tuhan saja yang tahu. Ruang dimana rahasia dirimu tersimpan. Disitu kamu berhak merasa nyaman, tidak diusik atau terganggu, dan menjadi diri sendiri untuk berpikir atau berbuat apa saja tanpa ada tekanan atau paksaan dari orang lain.
Sekali pintu ruang privat dibuka, kamu membiarkan orang lain masuk, mengetahui rahasia dirimu, dan entah sadar atau tidak sadar, kamu telah memberi kepercayaan.
Hanya saja, tidak semua orang bisa dipercaya. Bahkan orang terdekat pun bisa jadi menyalahgunakan kepercayaan itu. Banyak persoalan muncul karena hal yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi dijadikan konsumsi publik oleh orang yang telah diberi kepercayaan. Banyak relasi menjadi renggang atau hancur karena hancurnya sebuah kepercayaan.
Maka sebelum hal atau ruang pribadi dibuka bagi orang lain, yakinlah bahwa orang tersebut bisa dipercaya, bahwa ia akan menjaga rahasia dan bahwa ia menghormati ruang pribadimu.
Tetapi jika kamu merasa bahwa ruang privat adalah rahasia hidupmu yang tidak harus diketahui atau dimasuki oleh orang lain, maka biarlah hanya kamu dan Tuhan saja tahu.
Penulis: P. Joseph Pati Mudaj, Msf


