Satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan sesuatu atau seseorang. Segala sesuatu memiliki alasan dan tujuan.
Jika saat ini kamu tidak tahu alasan dan tujuan akan sesuatu yang sedang kamu kerjakan, tetaplah bersabar dan tekun berusaha. Akan ada saatnya dimana kamu menuai apa yang kamu tanam. Sukses sedang menunggumu di depan sana dan percayalah bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.
Jika saat ini kamu tidak memahami orang yang hadir dalam hidupmu, jangan putus asa. Bisa jadi dengan kehadirannya kamu sedang diajak untuk lebih rendah hati memahami, lebih terbuka berkomunikasi, lebih jujur bersikap atau lebih lembut bertutur kata. Setiap orang unik, tiada duanya. Dan keunikan itu adalah anugerah untuk saling melengkapi satu sama lain.
Bila kamu merasa sia-sia dengan apa yang kamu kerjakan atau merasa sakit hati dan kecewa dengan orang yang hadir dalam hidupmu, janganlah cepat-cepat menyalahkan orang lain, apalagi Tuhan. Lihatlah ke dalam diri sendiri dahulu. Bisa jadi semua ini karena kesalahan, kelalaian, keangkuhan, kemalasan atau ketidak-tahuan dirimu sendiri.
Kadang lebih mudah bagi orang untuk melihat selumbar di mata orang, sedangkan balok di mata sendiri tidak mau dilihat. Lebih mudah menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri. Padahal belum tentu orang lain yang menjadi sebab kegagalan atau kekecewaan yang sedang dialami.
Belajarlah dari kesalahan. Sadarilah kelalaian. Runtuhkan keangkuhan. Usirlah kemalasan dan bangunlah dari ketidak-tahuan. Siapa tahu di sana, kamu bisa menemukan alasan dan tujuan pencarian hidupmu.
Hidup tidak selamanya memberikan apa yang kamu harapkan karena selalu ada ruang misteri yang mengajak untuk lebih peka dan terus belajar memahami. Seperti orang lain, kamu juga tidak sempurna.
Penulis: P. Joseph Pati Mudaj, MSF


