0.6 C
New York
Monday, January 12, 2026

Arti Gereja Yang Katolik: Universal, Lengkap, dan Penuh

St. Ignatius dari Anthiokia pernah berkata: “Di mana ada uskup, di situ ada jemaat, seperti di mana ada Kristus di situ ada Gereja Katolik”. Maksudnya ialah dalam perayaan Ekaristi, yang dipimpin oleh seorang uskup, yang hadir bukanlah jemaat setempat saja tetapi seluruh Gereja; sebab ‘Gereja katolik yang satu dan tunggal berada dalam Gereja-gereja setempat dan terhimpun daripadanya’ (LG 23).

[postingan number= 3 tag= ‘gereja-katolik’]

Gereja selalu ‘lengkap’ dan penuh. Tidak ada Gereja yang setengah-setengah atau sebagian. Geeja setempat, baik keuskupan maupun paroki bukanlah ‘cabang’ dari Gereja Universal. Setiap Gereja setempat, bahkan setiap perkumpulan orang beriman yang sah, merupakan seluruh Gereja. Jadi, Gereja tidak dapat dipotong-potong menjadi ‘Gereja-Gereja bagian’.

Selanjutnya, kata ‘Katolik’ sendiri dipakai untuk menyebut Gereja yang benar, Gereja universal, yang dilawankan dengan sekte-sekte. Dengan demikian, kata ‘katolik’ mendapat arti yang lain: “Gereja disebut Katolik karena tersebar di seluruh muka bumi; juga karena mengajarkan secara menyeluruh dan lengkap segala ajaran iman yang tertuju kepada sesama manusia, yang mau disembuhkan secara menyeluruh pula” (St. Sirilius dari Yerusalem).

Sejak saat itu, kata ‘Katolik’ tidak hanya mempunyai arti geografis, dalam artian tersebar keseluruh dunia, tetapi juga ‘menyeluruh’; dalam arti ‘lengkap’, berkaitan dengan ajarannya, serta ‘terbuka’, dalam arti tertuju kepada siapa saja. Pada abad ke 5 masih ditambahkan lagi bahwa Gereja tidak hanya untuk segala bangsa, tetapi juga untuk segala Zaman.

Pada zaman reformasi, kata ‘Katolik’ muncul lagi untuk menunjuk pada Gereja yang tersebar di mana-mana, dibedakan dengan Gereja-gereja Protestan. Sejak itu pula, kata ‘Katolik’ secara khusus dimaksudkan untuk menyebut umat Kristen yang mengakui Paus sebagai pemimpin Gereja Universal.

Konsili Vatikan II tidak lagi memusatkan Gereja sebagai kelompok manusia yang terbatas, melainkan kepada Gereja sebagai sakramen Roh Kristus. Gereja dikatakan ‘Katolik’ karena pengaruhnya tidak terbatas pada para anggota Gereja saja, mealinkan juga terarah kepada seluruh dunia.

Gereja Kristus sungguh hadir dalam semua jemaat beriman setempat yang sah, yang mematuhi para gembala mereka, yang dalam Perjanjian Baru disebut ‘Gereja’ (lih. Kis 8:1; 14:22-23; 20:17). Gereja-Gereja itu di tempatnya masing-masing merupakan umat baru yang dipanggil oleh Allah, dalam Roh Kudus dan dengan sepenuh-penuhnya (lih. 1Tes 1:5).

Di dalam kehidupan jemaat-jemaat itu, meskipun kecil dan miskin, atau tinggal tersebar, hiduplah Kristus; dan berkat kekuatan-Nya terhimpunlah Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik (lih. S. AGUSTINUS, Melawan faustus, 12, 20: PL 42, 265; Kotbah 57,7: PL 38, 389).

Sumber: http://www.imankatolik.or.id/katolik.html

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini