Biarkan Aku Lahir!

0
200

Biarkan Aku Lahir!!!
Aku manusia fana yang tercipta dari tanah karya seniman Agung
Di dalam rahim ibu aku dibentuk menjadi daging yang bernyawa

Dalam tempo sembilan bulan lebih, aku bertumbuh dalam rahim ibu
Setelah tiba waktunya aku pun dilahirkan

Aku menghirup udara dan hadir di bumi sebagai nasib bersama
Suara pertamaku berupa tangisan, sama seperti suara semua orang yang lahir

Dengan penuh kasih aku dibesarkan di dalam ayunan sebagai permulaan hidupku
Hidup sebagai manusia fana sebagaimana semua orang

Dengan doa yang sungguh aku pun dianugrahkan pengetahuan oleh Tuhan.
Aku memohon roh kebijaksanaan menghampiri dan berdiam dalamku

Kebijaksanaanlah yang utama dari pada segala kekuasaan
Takhta dan kekayaan pun tidak ada apa-apanya

Permata tidak sama dengan keagunganNya
Emas di bumi bagai debu di alas kakiNya

dihadapanNya, perak bagaikan lumpur
Sejak masa mudaku aku mencintai kebijaksanaan lebih dari kecantikan rupa

Aku amat mencintainya lebih dari cahaya mentari
Karena kilauan keindahannya tidak kunjung padam sepanjang waktu

Tak terhingga aku memperoleh harta dan kekayaan dari padaNya
Betapa aku bersukacita, sebab kebijaksanaan yang dilimpahkan padaku

Dialah asal mula segala-galanya
Dengan kuasanya aku belajar tanpa tipu muslihat

Dan akupun membagikan kebijaksanan dengan terus terang
Sebab Kebijaksanaan adalah harta yang tiada berkesudahan bagiku

Karunia hasil pendidikanNya menjadikanku sahabat Allah
kiranya Tuhan menganugrahkan aku hikmat untuk berbicara menurut kehendakNya,
dan memikirkan apa yang patut dengan segala rahmatNya

Dialah pemimpin dan penuntun kebijaksanaan bagi para pemimpin
Hanya ditangan Tuhan saja ada diri kita dan perkataan kita

Dialah sumber pengertian dan seluruh kepandaian
Tuhan telah memberikan aku pengetahuan yang baik, agar aku mengetahui misteri alam semesta
Dan kekuatan yang ada di dalamnya

Tuhanlah yang memberikan pengetahuan padaku untuk mengetahui awal dan akhir dan pertengahan masa
Apabila tiba saatnya matahari berubah peredarannya dan musim silih berganti
Sehingga kukenal perputaran tahun dan tempat bintang-bintang, tabiat hewan dan naluri binatang buas

Tenaga para roh dan pikiran manusia, jenis tumbuh-tumbuhan, dan kegunaan sekalian akar
Seniwati terindah segala sesuatu yakni Sang Kebijaksanaan
Tuhanlah pengajarku agar mengetahui segala yang terlihat dan tidak terlihat
Dalam Kebijaksanaanlah ada kearifan dan kekudusan

Sang Kebijaksanaanlah yang tidak bernoda, baik dan tajam,
Dia adalah Mutlak, melampui akal dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak ada kepalsuan
KeagunganNya tak tertahan, murah hati dan penuh kasih sayang pada manusia

Dialah pemelihara segala sesuatu dalam semua, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan
Dialah maha kuasa yang menyelami sekalian roh yang arif, murni dan halus.

Sebab Dia lebih cekatan dari segala sesuatu
Dialah yang murni yang melampaui segala-galanya

Kebijaksanaan adalah nafas kekuatan Allah
Dialah pancaran murni dari kemuliaan Yang Mahakuasa
.
Di dalam Dia tidak ada yang ternoda
Sebab kebijaksanaan adalah pantulan cahaya kekal

Dialah cermin yang tak bercela dari kegiatan Allah
Dialah gambar dari kebaikan Allah

Kebijaksanaan itu tunggal yang melampaui segala-galanya
Dialah yang membaharui segala sesuatu dari generasi ke generasi

Dialah yang beralih ke dalam jiwa-jiwa yang agung dan suci, yakni sahabat Allah dan Para nabi
Tuhan amat mengasihi orang yang diam dalam Kebijaksanaan

Kebijaksanaan mengalahkan keindahan matahari, ia mengalahkan bintang-bintang
Dia lebih unggul daripada siang yang terang benderang
Sebab siang berganti malam, sebaliknya kegelapan tidak mampu menghancurkan kebijaksanaan.

Penulis: Silvester Detianus Gea

Catatan: Puisi ini dibuat untuk mengkritisi tindakan aborsi yang melanggar hak hidup setiap manusia.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289