0.1 C
New York
Monday, January 12, 2026

Gereja Katolik Melarang Perayaan Natal sebelum Tanggal 25 Desember

Banyak Gereja non-Katolik merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Tentu saja itu hak mereka, sehingga umat beriman Katolik tidak dapat melarang mereka. Namun seringkali umat beriman Katolik diundang juga dalam perayaan tersebut. Bagaimana seharusnya sikap umat beriman Katolik?

[postingan number=3 tag= ‘adven’]

Penjelasannya sangat sederhana. Tidak mungkinlah ulang tahun Anda yang jatuh pada akhir bulan dirayakan pada awal bulan. Jika tetap dirayakan,  maka maknanya akan sangat berbeda. Tidak mungkin juga sebuah keluarga menyambut kedatangan orang penting tanpa persiapan apapun. Oleh sebab itu, jika dalam hal-hal lahiriah  saja ada  persiapan yang harus dilakukan, terlebih lagi pada hal-hal yang menyangkut kerohanian. Jadi jelaslah, umat beriman Katolik harus memiliki sikap tegas untuk mengatakan ‘TIDAK’ pada perayaan Natal yang dilangsungkan sebelum tanggal 25 Desember.

Gereja Katolik dengan tegas melarang perayaan Natal pada Masa Adven. Mengapa? Karena Masa Adven adalah masa penantian, pertobatan dan persiapan jasmani dan rohani untuk menyambut kelahiran Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Masa Adven merupakan kesempatan bagi umat beriman untuk meluruskan jalan bagi Tuhan dan membuka diri terhadap kehadiran Sang Juruselamat. Dengan demikian, Masa Adven tidak dapat dipercepat, apalagi dilangkahi.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini