-8.7 C
New York
Wednesday, January 28, 2026

Bahtera di Tengah Badai

Pernikahan adalah suatu pilihan hidup yang mulia. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, maka sudah tentu mempunyai tujuan yang luhur. Apalagi menikah dalam konteks pemahaman ajaran iman Katolik. Menikah merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan sendiri kepada manusia untuk menjadi partner dalam penciptaan. Tuhan sendirilah yang menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya dan menetapkan mereka berpasang-pasangan. Tuhan sendiri menggambarkan relasi antara suami isteri sebagaimana diriNya sendiri dan Gereja, yang utuh dan tak terpisahkan.

Namun kenyataan yang terjadi dalam keluarga-keluarga saat ini justru sebaliknya. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi memberi dampak baik negatif maupun positif. Banyak berita mengenai perselingkuhan yang tersebar melalui media massa yang seharusnya tidak dipertontonkan. Dampaknya banyak orang yang tidak mampu menyaring informasi yang baik, sehingga mengikuti tindakan-tindakan yang akhirnya merusak keharmonisan rumah tangga. Salah satu contohnya adalah sharing seseorang berikut ini:

“Awalnya kami hidup bahagia. Apalagi setelah tau aku hamil dua bulan. Suami saya mengabaikan kerjanya untuk mengurusku. Aku tetap bersyukur setiap minggu aku tetap ke gereja. Namun kebahagiaan itu hanya sampai anak saya berumur 9 bulan 2 minggu. Suami saya mulai selingkuh dengan perempuan lain. Dia tidak pernah pulang dan tidak pernah memberi nafkah. Teman-temanku datang memberi tahu bahwa suamiku sedang bersama dengan selingkuhannya. Aku pun pasrah pada keadaan. Aku tetap berdoa agar Tuhan mempersatukan kami kembali. 3 bulan lamanya aku menunggu tapi suamiku tidak pernah pulang. Selesai sudah, dia menjalani dengan wanita- wanita pilihannya. Aku menjalani kehidupanku sebagai single parent.”

Perselingkuhan sangat merusak keharmonisan keluarga, apalagi berimbas kepada anak-anak. Anak-anak merasakan ketidaknyamanan dalam keluarga, sehingga kurang mengalami kasih sayang orangtua. Anak-anak juga tidak menemukan teladan yang baik dari orangtua sehingga berpengaruh pada kehidupan mereka di masa yang akan datang. Orangtua merupakan teladan utama dalam keluarga dalam menanamkan tindakan harmonis dan utuh bersatu. Keluarga Katolik di tengah badai dan gejolak apapun tetap bersatu dan utuh untuk menjadi teman sekerja Allah dalam penciptaan.

Dalam janji pernikahan pasangan yang menikah telah mengucapkan ikrar untuk setia baik dalam untung maupun malang, baik dalam situasi sehat maupun sakit. Dengan demikian, pernikahan Katolik mengajak setiap pasangan untuk mempertahankan pernikahan sampai akhir hayat. Oleh sebab itu keluarga Katolik diharapkan melibatkan Tuhan dalam setiap perjalanan keluarga, sehingga keluarga itu tetap kuat meskipun mengalami berbagai masalah.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini