Kerap kali orang menyebut istilah Rumah Tangga (RT) untuk menunjuk keluarga. Saya mencoba merenungkan makna istilah RT.
Pertama, RT menunjuk proses pembentukan keluarga. Pada awalnya orang tidak saling mengenal. Seiring perjalanan waktu, orang berhubungan satu sama lain. Semakin mengenal, dua insan mulai saling tertarik. Perkenalan menjadi tangga pertama. Lalu diikuti tangga berikut, pacaran. Dari pacaran melangkah ke tangga pertunangan dan akhirnya tangga perkawinan.
Bisa jadi tangga-tangga yang dilalui berbeda untuk setiap pasangan. Ada yang setelah perkenalan langsung ke pernikahan, ada yang tanpa perkenalan langsung ke pernikahan. Ada yang dari pacaran langsung ke pernikahan tanpa melalui pertunangan. Ada yang melewati semua tangga.
Apa pun tangga-tangga yang dinaiki, perkawinan menjadi tangga terakhir bagi pasangan untuk secara sah dan suci membangun keluarga yang baru. Melalui dan dengan perkawinan, dua insan yang berbeda menjadi satu, memasuki sebuah rumah dan tinggal di rumah yang sama. Perkawinan menjadi ikatan resmi untuk membangun keluarga yang baru.
Kedua, RT adalah pijakan. Rumah diartikan sebagai tempat tinggal. Tangga adalah tempat pijakan untuk naik atau turun ke level berikut. Dengan demikian, RT adalah tempat pijakan bagi seluruh anggota keluarga.
Pasangan suami istri yang tinggal bersama dalam ikatan perkawinan memiliki pijakan yang sama dalam membangun keluarga. Keduanya bukan lagi dua melainkan satu. Satu dalam segalanya, satu dalam visi misi, ekonomi, harapan, semangat, cinta untuk membangun keluarga bahagia dan sejahtera.
RT menjadi sekolah pertama dan utama, tempat pijakan pertama dan utama setiap anggota yang tinggal bersama untuk mencapai nilai-nilai kehidupan dan cita-cita bersama sebagai keluarga.
Karakter dan pembawa anak dibentuk dari keluarga dan kemudian dipengaruhi oleh lingkungan. Mau jadi apa si anak itu, tergantung dari pijakan dan pengaruh pijakan lainnya. Demikian pula kehidupan suami istri di tempat kerja atau masyarakat sangat tergantung pada pijakan awal yaitu dari rumah.
Jika pijakan awal kuat, maka ke mana pun anggota pijakan berikutnya akan kokoh. Jika pijakan rumah rapuh, maka bisa jadi anggota menjadi pijakan lain yang membuatnya merasa kuat atau nyaman.
Itulah sebabnya keluarga disebut Rumah Tangga, tempat pijakan bagi semua anggota keluarga.
P. Joseph Pati Mudaj, Msf


