2.8 C
New York
Saturday, February 21, 2026

Retret Awal: Mimpi yang menjadi Kenyataan

Ceritanya ini terjadi pada bulan Juli 2018. Saat itu, saya tidak meyangka bahwa saya akan mencapai apa yang pernah saya mimpikan sejak tahun 2012, yaitu mengikuti Retret Awal di Tumpang, Malang.

Sebetulnya, sejak lama saya ingin sekali megikuti Retret Awal ini karena saya mendengar cerita dari teman-teman satu Gereja bahwa banyak rahmat pertobatan terjadi di tempat ini. Apalagi, saat itu saya merasa bahwa iman saya belum banyak bertumbuh sehingga masih mengalami goncangan.

Bulan Juli 2018, saya mendaftar untuk ikut Retret Awal yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-30 September 2018. Saya begitu antusias untuk mengikuti acara Retret Awal tersebut. Tetapi sempat muncul kekuatiran di dalam diri saya karena saya sama sekali belum pernah ke kota Malang dan masih buta daerah. Saya hanya berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, bila ini memang merupakan waktu yang tepat untuk aku mengikuti Retret Awal, maka terjadilah padaku bukan menurut apa yang kukehendaki melainkan menurut apa yang Kau kehendaki.”

Saya berangkat bersama rombongan dari Semarang pada tanggal 26 September. Kami berangkat dari Gereja Santa Perawan Maria, Ratu Rosario Suci, Katedral Semarang pada pukul 7 malam dan sampai di Tumpang pada pukul 02.30 sore. Sebagai persiapan untuk mengikuti Retret Awal, kami mampir ke Gua Maria PuhSarang, Kediri untuk megikuti Jalan Salib sekaligus makan pagi di sana.

Pukul 5 sore kami sudah memulai sesi pertama retret. Dan selama mengikuti Retret Awal ini, Puji Tuhan saya betul-betul mengalami pertobatan yang dalam. Bahkan, dosa-dosa yang dahulu tidak pernah terpikirkan oleh saya semua terbuka oleh karena kasih-Nya yang nyata bagi saya. Dan saya juga boleh banyak melihat pertobatan terjadi di saat Retret Awal; sehingga saya benar-benar merasakan kasih-Nya yang sungguh nyata melalui pencurahan Roh Kudus.

Pada hari minggu siang, saya dan rombongan kembali pulang ke Semarang dengan melalui jalur kota Kudus. Sebenarnya saya masih ingin tinggal beberapa hari bersama Frater di sana, tetapi karena di sana adalah biara utama dari Suster Putri Karmel dan hanya ada rumah cabang bagi Frater CSE yang membantu para Suster untuk melayani di sana, berarti Frater yang ada di sana tidak bisa menemani secara full.

Di tengah perjalanan pulang ke kota Kudus, saya sempat dilanda kekuatiran yang teramat sangat; karena sebelum mengikuti Retret Awal ini sebenarnya saya sudah berencana untuk ikut Retret Awal, lalu menginap di rumah cabang CSE selama 10 hari, kemudian mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin. Tetapi karena saya tidak diizinkan, saya harus pulang dengan keadaan uang saku yang tidak cukup untuk membayar Retret Penyembuhan Luka Batin. Saya ceritakan semua kepada tour leader-nya dan diberi solusi untuk langsung berbicara ke yang melayani transportasi  untuk peserta yang ingin mengikuti retret di Tumpang, Malang; dan Puji Tuhan saya dapat mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin dengan gratis.

Sembilan hari kemudian, saya berangkat lagi ke Semarang dan bersama rombongan dari Semarang berangkat kembali ke Tumpang Malang untuk mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin. Saat itu, kami berangkat langsung dari Semarang menuju Malang dengan 2 bus dan membawa puluhan anak panti asuhan. Kami sampai di Malang sekitar jam 11 siang. Kami makan siang di sana, lalu beristirahat dan bersiap untuk mengikuti sesi demi sesi yang diberikan oleh Suster maupun Frater yang melayani.

Kami mulai sesi pertama pada pukul 5 sore. Saat saya mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin, saya merasakan luka-luka batin saya benar-benar terbuka dan lebih banyak lagi kesalahan-kesalahan saya yang membuat baik saya maupun orang lain terluka. Saya mengalami begitu banyak kasih Allah di sana.

Setelah mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin, saya baru diizinkan untuk tinggal bersama Frater selama 3 hari. Selama saya tinggal di sana, saya mencoba melihat lebih dekat bagaimana kehidupan para Suster dan Frater di sana. Di sana benar-benar menerapkan apa yang disebut dalam bahasa Latin “Ora et labora”, berdoa dan bekerja. Selama beberapa hari di sana, saya mendapat banyak sharing panggilan dari Frater; meski akhirnya saya memutuskan untuk tetap menjadi awam sampai sekarang. Demikian sharing saya melalui tulisan ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Petrus Adhyatmaka
Petrus Adhyatmaka
Aku adalah seorang pria yang sangat suka dengan berbagai ungkapan Cinta. Salah satunya adalah "I love you". Aku seorang OMK dari Paroki St Yohanes Evangelista Kudus.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini