0.1 C
New York
Monday, January 12, 2026

Kepercayaan itu mahal

Seorang pasien datang ke dokter karena percaya dokter bisa mengobatinya. Seorang bayi nyaman di pelukan ibu karena percaya ibunya tidak akan membantingnya ke tanah.

Seorang menceritakan masa lalu atau masalah pada temannya karena percaya ia akan menjaga rahasia. Seorang memilih untuk menikah bisa jadi karena percaya pasangannya adalah orang yang tepat.

Begitulah! Hidup ini mengajarkan kita untuk saling tergantung dan saling percaya. Pada saat tertentu kita harus tergantung dan percaya pada orang lain karena tidak berdaya dan tak bisa hidup sendiri. Tak seorangpun super hebat. Ia membutuhkan orang lain. Ia mempercayakan diri pada orang lain.

Dibalik sebuah kepercayaan terdapat nilai penyerahan diri, hidup, harga diri dan keyakinan bahwa orang yang dipercayai memang pantas untuk dipercaya.

Tetapi ketika kepercayaan itu disalahgunakan, dikhianati apalagi digadaikan maka si pemberi tidak hanya kecewa tetapi juga tidak percaya lagi. Sehebat, sekuat, secinta, senyaman apapun relasinya, sekali dikhianati, sekali digadaikan, apalagi berkali-kali, kepercayaan takan kembali seperti dulu lagi.

Ya, kepercayaan itu seperti selembar kertas. Saat kertas itu diremas, ia lusuh dan sulit untuk kembali utuh lagi. Atau seperti butiran padi yang dihamburkan di tanah bebatuan, sulit untuk menemukan setiap butirannya seperti semula. Jika kepercayaan hilang, sulit untuk menemukannya kembali.

Menjaga kepercayaan memang tidak mudah dan akan tetap menjadi perjuangan yang berat. Bisa jadi kita sudah berusaha menjaganya sedemikian rupa, namun justru karena satu kesalahan yang mungkin hanya kecil saja tetapi fatal bagi si pemberi, lalu tak ada lagi kepercayaan yang bisa didapatkan. Sakit memang. Tetapi itulah nilai dari sebuah kepercayaan.

Memang semua itu kembali pada pribadi masing-masing. Orang tua terhadap anaknya, meski dikhianati, berkali-kali, bisa jadi akan tetap memberi kepercayaan. Ada yang sekali dikhianati, tidak akan percaya atau memberi kepercayaan lagi dengan segala pertimbangan. Ada yang sekali dikhianati pasangan atau sahabat, masih memberi kesempatan kedua, ketiga atau lebih karena sadar tak seorangpun sempurna atau karena memang ia mau mencintai hingga terluka. Tetapi jika sudah berkali-kali dikhianati, hati siapakah yang takan hancur?

Hanya pengampunan dan maaf yang tuluslah yang bisa mengembalikan kepercayaan, meski tak seutuh semula. tetapi hal ini membutuhkan proses, tenaga, air mata dan kadang biaya.

Terakhir, mungkin tidak berlebihan juga jika memutuskan untuk ‘menghukum’ dia yang telah menyalahgunakan atau mengkhianati kepercayaan, entah sekali, dua kali, tiga kali atau berkali-kali, agar sadar bahwa kepercayaan bukan barang mainan murahan. Kepercayaan itu mahal.

Penulis: P. Joseph Pati Mudaj Msf

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini