1.2 C
New York
Friday, February 27, 2026

Maria, Wanita Ekaristi

De Maria numquam satis. Tentang Maria,  tak pernah cukup. Tentang Maria, tak pernah tuntas dikupas. Ungkapan ini memaksudkan hal penting bahwa Bunda Maria adalah figur sangat penting nan mengagumkan dalam tata keselamatan umat beriman. Perannya yang sentral dalam karya agung Allah membuatnya selalu menjadi perhatian setiap muzafir pencari kebenaran sejati. Ada banyak sekali keutamaan hidupnya yang selalu didalami-direfleksikan oleh umat beriman sepanjang zaman. Antara lain, kerendahan hatinya yang tiada tara dan ketaatannya yang mengagumkan (bdk. Luk. 1:26-56), kepeduliannya yang layak dipuji (bdk. Yoh, 2:1-11) dan kesetiaannya yang tiada batas waktu (bdk. Yoh. 19:25-27).

Gambar: Google.com

Sebagai umat beriman, kita  juga menyadari sekaligus meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa ekaristi adalah perayaan perjumpaan dengan Yesus, Penyelamat. Perjumpaan ini mengharuskan kita untuk membuka hati dan membiarkan Yesus yang mengendalikan seluruh ziarah hidup kita. Bersamaan dengan hal itu, kita harus pula mengakui bahwa Bunda Maria adalah pribadi pertama yang  berjumpa dengan Yesus secara intim; bahkan Yesus dikandung di dalam rahimnya. Jadi, Maria menerima Yesus tak hanya dalam iman, tetapi juga dalam rahimnya. Dalam perjalanan hidup-Nya, Yesus selalu ditemani Bunda Maria; bahkan hingga di Salib (bdk. Yoh. 19:25-27). Dalam arti demikian, bunda Maria pantas disebut wanita ekaristi. Ia telah bersatu secara total dengan Yesus melebihi manusia mana pun di bumi ini. Ia telah menerima Yesus dalam  seluruh hidupnya!

Gambar: Google.com

Karena itu, kita perlu melibatkan bunda Maria dalam mengikuti dan menghayati Ekaristi. Dengan melibatkan Maria, umat beriman akan mencapai perjumpaan dengan Yesus sang  guru yang secara nyata hadir dalam sakramen Ekaristi. Sebelum kita mengenal ekaristi, Maria telah lebih dahulu mengenalnya! Bahkan, Yesus yang hadir di dalam ekaristi adalah putra Maria yang pernah hidup di dalam kandungannya.

Menyambut Tubuh Kristus bersama Maria

St. Louis-Marie Grignion de Montfort adalah seorang kudus dalam Gereja Katolik yang dengan semangat membara mengajak umat beriman agar menjalin relasi yang intim dengan Yesus melalui Bunda Maria dalam Ekaristi. Bahkan dalam buku “Bakti Sejati kepada Maria,” nomor 266-273,  ia menunjukkan bagaimana menyambut komuni kudus bersama bunda Maria. Umat beriman diajak agar sebelum, pada saat menerima komuni dan setelah menerima komuni, mereka sungguh-sungguh  berdoa dengan melibatkan Bunda Maria. Menurut santo Montfort, ketika umat beriman mempunyai relasi yang mesra dengan Maria, mereka akan dibawanya kepada Yesus dan mereka pantas berjumpa dengan Yesus. Bahkan Bunda Maria bersedia tinggal di dalam hati umat beriman dan menerima Yesus bagi mereka. Dengan demikian, ketika umat beriman melibatkan Bunda Maria dalam perayaan ekaristi, mereka mengalami perjumpaan personal dengan Yesus.  Perjumpaan itu akan membuat umat dipenuhi sukacita surgawi dan semakin mengandalkan Yesus dalam hidup sehari-hari. Selain itu, umat juga semakin mencintai ekaristi.

Gambar. Google.com

Berikut ini saya lampirkan doa sebelum, pada saat dan setelah menerima  Tubuh Kristus yang ditawarkan oleh Santo Montfort sebagaimana yang ditulisnya dalam bukunya, “Bakti Sejati Kepada Maria” nomor 266-273.

Doa Sebelum Menerima Tubuh Kristus

Ya Bunda Maria, yang berbelas kasih,

saya tidak pantas menerima

Tubuh dan Darah Kudus Puteramu,

Tuhan kami Yesus Kristus,

karena kebusukan dosa-dosaku,

karena cinta diriku yang lebih besar

daripada cintaku kepada Puteramu.

Aku mohon kepadamu, ya Bunda,

tinggallah dalam hatiku dan terimalah Dia bagiku

dengan hatimu sendiri.

Maka, kini aku membaharui lagi

ikrar penyerahan diriku kepadamu:

Aku seutuhnya milikmu, Ratuku terkasih,

dan segala yang kumiliki adalah kepunyaanmu.

Ya Bundaku, aku menerima engkau

dalam apa saja yang ada padaku,

dan berilah aku hatimu. Amin.

Doa Saat Menerima Tubuh Kristus

“Ya Tuhan, saya tidak pantas … .” (kepada Allah Bapa)

“Ya Tuhan, saya tidak pantas … .” (kepada Allah Putera)

“Ya Tuhan, saya tidak pantas … .” (kepada Allah Roh Kudus)

Doa Sesudah Menerima Tubuh Kristus

Ya Tuhan Yesus,

dengan perantaraan Bunda-Mu dan di dalam dia,

anugerahkan aku:

kebijaksanaan ilahi, cinta kasih ilahi,

dan pengampunan atas dosa-dosaku,

serta … (rahmat lain yang Anda perlukan).

Ya Tuhanku,

janganlah memperhatikan dosa-dosaku,

tetapi semoga mata-Mu

hanya melihat keutamaan-keutamaan

dan pahala-pahala Maria di dalam diriku.

Tuhanku, Engkau harus makin besar

di dalam aku, tetapi aku harus makin kecil.

Bunda Maria, engkau harus makin besar

di dalam diriku, aku harus makin kecil.

Ya Yesus dan Maria,

jadilah lebih besar di dalam diriku

dan bertambahlah banyak di luar aku,

di dalam orang lain (Kej 1: 28). Amin.

 

(Santo Montfort; Google.com)

 

 

 

RP Lorens Gafur, SMM
RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini