Cinta antar insan memang ada timbal baliknya. Namun kata orang bijak ‘lebih baik mencintai daripada dicintai.’ Rasa-rasanya kata bijak tersebut sulit diterapkan. Tidak mungkin engkau mencintai seseorang yang hatinya entah untuk siapa. Siapapun dia tentu akan sakit hati, sakit itu tidak mungkin bisa diucapkan bahkan tidak bisa dirasakan sebelum anda sendiri merasakannya. Apalagi anda menyaksikan orang yang anda cintai itu sedang bermesraan dengan ‘teman’ anda sendiri. Sangat menyakitkan bukan? Ya, memang kata bijak ‘lebih baik mencintai daripada dicintai’ dapat diterapkan untuk mengobati luka.
Mencintai sekedar kata-kata mungkin hal yang mudah. Berbeda dengan mencintai dengan sepenuh hati. Tidak heran rasa sakit itu sungguh dalam bila melihat orang yang dicintai malah bersama orang lain. Benarkah ini kenangan yang pantas dikenang?. Cinta insani pada hakekatnya saling memberi dan menerima. Tidak luput dari rasa cemburu, karena merasa itu ‘miliknya”, seorang yang ia cintai. Tidak heran jika curiga melihat orang yang ia cintai, lebih akrab dengan orang lain. Karena itu adalah cinta yang sebenar, bukan sekedar cinta dimulut.
Ya, kata Pujanggga ‘Cinta tak harus memiliki.” Namun perkataan tersebut menyimpan kesedihan yang dalam. Mencintai tanpa harus memiliki adalah menjaga jodoh orang lain. Apalagi jika yang anda cintai itu ‘direbut’oleh orang lain yang juga ‘teman’ anda sendiri. Jika kisah yang anda alami harus jadi kenangan, maka jadikanlah kenangan. Hapuskanlah ‘seseorang’ yang kamu cintai itu dalam memorimu meskipun sulit untuk melepasnya. Mungkin orang yang dia pilih yang terbaik untuknya. Dan kamu adalah orang yang terbaik karena dapat melepasnya meskipun sakit. Tenang, di ujung sana telah menunggu pula ‘seseorang’ yang lebih mensyukuri kehadiranmu sebagai pacarnya.
Bila orang yang kamu cintai bermain dibelakanganmu, cobalah main di depannya. Mungkin dia akan sadar bahwa kamu selalu berharap menatap wajahnya setiap waktu. Jika pacarmu tidak mensyukuri dan mengakui keberadaanmu. Bisikkanlah padanya bahwa kehadirannya sungguh berarti, meskipun dia sendiri tidak menghargai itu. Ingatlah dia telah melukiskan pelangi dalam kalbumu, meskipun ketika ia melukis amat menyakitkan. Ya, bunga mawar itu indah namun berduri. Lihatlah indahnya bukan durinya, meskipun engkau tak dapat memilikinya lagi.
Bila rasa cintamu tanpa balas, balaslah dengan cinta yang tulus. Meskipun engkau tahu ketulusanmu itu akan dikhianati. Jangan takut, teruslah mencintai walau hanya bayangnya bersama ‘kekasih’ barunya. Seperti kata orang bijak “Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.” Mencintainya adalah bahagia, bahagia karena ia telah menjadi milik orang lain, bahagia melihatnya bersama yang lain. Meskipun sedih karena berpisah dengan alasan yang tidak jelas.


