Mukjizat Itu Nyata: Renungan Hari Biasa Pekan II Adven, 05 Desember 2022 — JalaPress.com; Bacaan I: Yes. 35:1-10; Injil: Luk. 5:17-26
Bertemu Tuhan dan biarkan Tuhan bertamu adalah impian dari banyak orang beriman. Masa adven sebagai masa penantian kedatangan Tuhan memberikan kita kesempatan mendalami kisah penantian. Orang-orang Israel diberikan janji tentang Tuhan yang akan datang dengan misi khusus, menyelamatkan umat manusia.
[postingan number=3 tag= ‘adven’]
Dalam iman, kita juga menerima janji keselamatan tersebut. Kedatangan dan kehadiran Allah dalam kerangka keselamatan membawa perubahan. Nabi Yesaya mengungkapkan bahwa Allah sendiri telah datang menyelamatkan umat-Nya (Yesaya 35:1-10). Hal ini digambarkan melalui tindakan Allah yang mendorong kaki yang goyah melangkah, tangan yang lesu terangkat bahkan padang kering menjadi hutan lebat yang penuh bunga. Keselamatan yang dahulu hanya janji menjadi nyata. Kehadiran-Nya membawa sukacita abadi: orang buta melihat, orang yang tuli mendengar, orang bisu bersorak-sorai memuji Allah. Allah menjadi sumber kehidupan, kedamaian dan kesejahteraan.
Hari ini kita menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan melalui bacaan Injil. Penginjil Lukas melukiskan keselamatan melalui peristiwa penyembuhan. Ada begitu banyak kisah penyembuhan di dalam Kitab Suci tetapi skenario yang dibuat Lukas dalam bacaan ini sangat unik dan menarik. Adegan menaiki rumah dan membongkar atapnya dapat dilihat sebagai adegan utama dari penduduk desa. Yesus mengambil peran sentral dengan mengakui sikap iman penduduk kemudian menyapa dan mengutus si lumpuh. Akhirnya kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi Yesus menunjukkan otoritasdan kuasa-Nya terutama kuasa untuk mengampuni dan menyembuhkan.
Orang Israel hidup dalam penantian akan mesias yang dijanjikan dengan pola hidup menurut hukum Taurat. Pemahaman yang tertutup dan ketat pada hukum telah membuat ahli taurat dan orang Farisi sendiri menjadi buta, tuli, dan lumpuh terhadap kebutuhan sesamanya. Adven adalah waktu untuk belajar dan mengapresiasi hidup. Kita siapkan hati agar layak menerima Tuhan. Pertama-tama, masa adven mengajak kita belajar mengenal kehadiran Tuhan dan mempersiapkan kedatangan-Nya. Kedua, adven mendorong kita untuk aktif dan kreatif mencari jalan, menemukan kemungkinan untuk dapat bertemu Tuhan. Ketiga, adven mendewasakan kita dalam memberi tanggapan dan reaksi kita terhadap mujizat, perbuatan ajaib Tuhan. Keempat, pertemuan dengan Tuhan membangkitkan kita dari kelumpuhan mejadi lebih sabar dan kuat menghadapi tantangan hidup. Kisah penyembuhan hari ini membuat kita belajar bersyukur atas berkat Tuhan dan memuji Allah yang memberikan keselamatan.


