1.9 C
New York
Monday, January 12, 2026

Paus Fransiskus: “Milikilah Iman dan Jangan Pernah Lelah Mencari Tuhan”

Merenungkan Injil tentang badai yang ditenangkan oleh Yesus, Paus Fransiskus, pada saat Angelus (Minggu 20 Juni 2021), menyamakan ombak dan angin dengan cobaan kehidupan kita sehari-hari dan mendorong kita untuk “meminta rahmat iman yang tidak pernah lelah mencari Tuhan.” Dia meyakinkan kita bahwa Tuhan selalu ada di sisi kita, menunggu kita.

Paus Fransiskus memfokuskan renungannya pada Injil (Mrk 4:35-40) yang menceritakan tentang Yesus yang menenangkan angin kencang dan ombak yang mengancam perahu yang ditumpangi-Nya bersama murid-murid-Nya. Murid-murid yang ketakutan membangunkan Yesus, yang sedang tidur di buritan, untuk meminta Dia membantu mereka.

Paus menyamakan pengalaman ketakutan dan kebingungan para murid dengan pencobaan hidup kita sendiri, ketika kita juga berseru kepada Tuhan, menanyakan mengapa Dia tampak diam dan tidak melakukan apa-apa. Kadang-kadang kita mungkin merasa akan tenggelam ketika berhadapan dengan pengangguran atau masalah kesehatan atau gelombang kecemasan yang tak henti-hentinya tanpa pelabuhan yang aman di depan mata. Kadang-kadang kita “berisiko kehilangan pandangan akan hal yang paling penting”: bahwa “Yesus ada di sana, dan Dia berbagi dengan milik-Nya semua yang terjadi”, bahkan jika Dia sedang tidur atau tampak tidak terlihat. Ini adalah sesuatu yang mengejutkan kita tetapi juga menguji iman kita.

Paus mengatakan bahwa Tuhan selalu ada dan “menunggu kita untuk melibatkan Dia, untuk memanggil Dia, untuk menempatkan Dia di pusat dari apa yang kita alami”; dan kita tidak hanya harus percaya kepada Tuhan tetapi juga hadir di hadapan-Nya dan bahkan “mengangkat suara kita bersama-Nya, berseru kepada-Nya”. Dia mengingat gambar-gambar tragis yang telah kita lihat tentang para migran yang berjuang di laut yang berteriak minta tolong untuk diselamatkan, sebuah doa kepada Tuhan.

Hal demikian sangat membantu untuk merenungkan kehidupan kita sendiri dan angin yang kita hadapi dan ombak yang mengganggu navigasi kita. Kita perlu berbagi hal ini dengan Tuhan dan “memberitahukan segalanya kepada-Nya”, karena Dia ingin kita menemukan perlindungan, penghiburan, dan dukungan dari “gelombang kehidupan yang tak terduga”. Para murid bangun dan berbicara kepada Yesus adalah pendekatan yang harus kita ikuti, kata Paus, dan iman ini membantu kita melihat bahwa “ jika sendirian kita tidak dapat tetap bertahan”. Seperti pelaut menavigasi, melihat bintang-bintang di langit, kita juga perlu melihat kepada Tuhan.

Mengetahui bahwa kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan kasih karunia-Nya adalah dasar iman, kata Paus Fransiskus, dan kita perlu waspada terhadap godaan berpikir yang menganggap bahwa kita dapat tangani sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Sebaliknya, ketika kita berseru kepada Tuhan, “Dia dapat melakukan keajaiban di dalam diri kita”, Bapa Suci meyakinkan para pendengarnya, dan “kekuatan doa yang lembut dan luar biasa” dapat mendatangkan mukjizat.

Sebagai penutup, Paus Fransiskus mengatakan bahwa pertanyaan yang Yesus ajukan kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu takut? Apakah kamu belum memiliki iman?” diarahkan kepada kita juga, terutama ketika kita terpaku dan fokus hanya pada masalah, dan tidak memalingkan hati kita dan menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan, atau “untuk membangunkan-Nya hanya pada saat dibutuhkan”. Kita perlu “meminta rahmat iman yang tidak pernah lelah mencari Tuhan, mengetuk pintu hati-Nya”, katanya.

Paus Fransiskus mengakhiri sambutannya dengan doa agar kepercayaan Perawan Maria yang terus-menerus kepada Tuhan dapat “membangkitkan kembali dalam diri kita kebutuhan dasar untuk mempercayakan diri kita kepada-Nya setiap hari”. ***

 

Artikel ini diterjemahkan dari Pope at Angelus: Have faith and never tire seeking the Lord – Vatican News

RP Lorens Gafur, SMM
RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini