3 C
New York
Monday, January 12, 2026

Tobat, Jalan menuju Berkat – Renungan Minggu Kedua Adven

Tobat, Jalan menuju Berkat: Renungan Minggu Kedua Adven, 04 Desember 2022 — JalaPress.com; Bacaan I: Yes. 11:1-10; Bacaan II: Rm. 15:4-9; Injil: Mat. 3:1-12

[postingan number=3 tag= ‘adven’]

Keselamatan merupakan rahmat Allah. Pada mulanya rancangan penyelamatan tersebut diikat dalam perjanjian antara Allah dengan Bapa bangsa Israel. Perjanjian ini terlaksana dalam sejarah; dan para nabi menubuatkan bahwa keselamatan Allah akan terlaksana dalam diri mesias.

Sejarah keselamatan Israel sebagai bangsa meliputi kisah jatuh-bangun, jauh-dekat, susah-senang, juga kisah cinta dan cemburu. Kisah hubungan antara Allah (YHWH) dengan umat Israel digambarkan dalam hubungan antar pribadi Allah dan raja. Raja yang takut dan dekat pada Allah akan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.

Kristus menjadi tanda yang menyelamatkan umat manusia.

Dosa terbesar Israel, umat pilihan Allah, adalah ketidaksetiaan yang menghilangkan loyalitas mereka kepada YHWH. Nabi Yesaya tampil untuk menghilangkan ketakutan dan memberikan harapan kepada umat Israel tentang janji penyelamatan Allah. Nabi Yesaya menubuatkan seorang raja keturunan Daud yang akan menghadirkan kedamaian dan keadilan di bumi. Allah akan memperbaiki dan menyelamatkan umat pilihan-Nya dengan mengutus Mesias (Yes. 11:1-10).

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menegaskan bahwa Kristus adalah jawaban akan janji Allah dan pemenuhan dari harapan yang lama dinantikan. Kristus menjadi tanda yang menyelamatkan umat manusia. Yesus sebagai Mesias, utusan Allah yang dinubuatkan para nabi, tampil sebagai Tuhan yang penuh belaskasih, adil, Allah yang rahim terutama bagi manusia yang kecil, menderita dan miskin. Hal ini digambarkan dalam kutipan Mazmur “berbelaskasilah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.”

Ajakan pertobatan Yohanes sebagai nasihat untuk kerja sama dan terlibat dalam karya keselamatan Allah.

Paulus mendorong umatnya untuk berpegang teguh pada pengajaran Kitab Suci. Paulus memotivasi jemaatnya juga kita secara tidak langsung bahwa kasih Allah yang telah ada di dalam hati harus memampukan kita hidup bersama: menerima perbedaan sebagai rahmat Allah.

Pada pekan kedua Adven ini ketika lilin kasih dinyalakan, kita disadarkan akan perintah yang mendasar sebagai orang Katolik. Selain itu, kita diperkenalkan dengan sosok Yohanes Pembaptis. Skenario kisah Yohanes Pembaptis dapat sangat hidup dalam benak kita bila dibayangkan. Pertama-tama Yohanes yang ditampilkan dengan detail. Selain itu dalam penggambaran suasana dan tempat padang gurun Yudea dan sungai Yordan.

Seruan Yohanes Pembaptis, “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat! Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya! adalah suara perubahan, suara yang menantang sekaligus mengajak kita pada pembaharuan diri: perubahan hidup. Ajakan pertobatan Yohanes sebagai nasihat untuk kerja sama dan terlibat dalam karya keselamatan Allah. Baptisan Yohanes adalah tanda yang menyadarkan kita akan kedosaan kita: sebuah sikap berbalik pada Tuhan dan siap berbuah. Bagi Yohanes, pertobatan adalah pintu masuk untuk mengalami pengampunan dan belas kasih Allah.

Karya keselamatan Allah adalah bukti cinta-Nya yang tak bersyarat.

Kita semua ingin Tuhan datang segera, kita berharap agar bisa bertemu dengan-Nya. Pertanyaannya apakah kita sudah (merasa) pantas untuk menemui atau dikunjungi Tuhan? Seperti kaum Farisi dan Saduki, doa dan perhatian pada hukum bukanlah kunci untuk berjumpa dengan Mesias.

Yohanes mengajak kita untuk menjadikan keadilan dan kasih sebagai bagian dari misi dan perjuangan harian kita. Dengan demikian, kita semua melalui perayaan Minggu Adven kedua dan bacaan-bacaan hari ini ingin diajak untuk pertama-tama, mempersiapkan kedatangan Kristus dengan membiarkan dia lahir dalam hati kita. Kedua, menerima ajakan Tuhan untuk mengubah hidup kita. Ketiga, sabarlah menunggu dengan penuh iman, bertekun dalam doa dan perbuatan kasih. Karya keselamatan Allah adalah bukti cinta Tuhan yang tak bersyarat. Tobat adalah jalan menuju berkat.

avatar
RP. Eimen Bhajo, CICM
Penulis adalah Imam Misionaris CICM. Saat ini berkarya di Paroki Santo Matius Halong, Keuskupan Banjarmasin.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini