Dalamnya lautan masih bisa diukur. Dalamnya hati manusia siapa yang bisa ukur.
Sebaik-baiknya manusia, siapa yang tahu isi hatinya. Bisa jadi orang yang terlihat di depan mata begitu lembut, manis dan selalu tersenyum, tapi di belakang dia menusuk atau mengkhianatimu.
Sejahat-jahatnya orang, siapa yang bisa menebak hatinya. Dia mungkin sangar, kasar, cuek, tapi ketika kamu ada masalah bisa jadi dia yang ada di depan untuk menjagamu, atau di samping untuk menemanimu atau di belakang untuk mendukungmu.
Banyak masalah dan kesulitan menjadi semakin pelik karena orang mengabaikan hati. Banyak hubungan menjadi rumit karena bisa jadi hati sudah tertutup terhadap orang lain atau tidak punya hati lagi.
Hati manusia sebenarnya membisikan hal baik dan benar. Ia bertindak sebagaimana mestinya jika pikiran atau informasi dari luar mendukungnya untuk berlaku baik dan benar. Namun jika informasi dan pikiran keliru, ia pun bisa keliru dalam menilai.
Tidak mudah menilai atau menebak hati orang hanya dari luar saja karena bisa jadi tidak akurat sebab hati manusia menyimpan banyak misteri.
Meski hati manusia misteri tapi bisa dipahami jika mau bicara dari hati ke hati dan melibatkan perasaan. Karena ketika orang bicara dari hati, ucapannya akan masuk ke hati dan hatinya merespon secara alami.
P. Joseph Pati Mudaj, Msf


