Bersama ini, saya, (Rm) Jost Kokoh Prihatanto, hendak menanggapi pertanyaan- pertanyaan sehubungan dengan surat pemberitahuan dari Sekretaris KAJ, mengklarifikasi kepada teman-teman sekalian, bahwa memang benar saya telah mengundurkan diri sebagai Imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta per 19 Februari 2019 ini karena alasan-alasan yang bersifat pribadi; yang telah saya diskusikan dengan Uskup Agung Jakarta Mgr Suharyo sejak tanggal 5 Februari 2019
Adapun surat pengunduran diri saya dari imam KAJ, saya berikan langsung kepada Mgr Suharyo pada tanggal 18 Februari 2019, jam 14.00 di Wisma Uskup KAJ.
Saya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian, doa, dan kasih yang telah ditunjukkan kepada saya baik lewat sos med maupun jalur pribadi, dan mohon maaf tidak dapat membalas menjawab satu persatu.
Demikian, semoga menjadi jelas adanya dan tidak lagi menimbulkan perpecahan atau multi tafsir di antara umat dan sesama imam.
Untuk ke depannya, saya akan sejenak retret pribadi di biara monastik dengan pembimbing rohani sambil memantapkan rencana kerja atau karya penggembalaan ke depannya. Pastinya, mari kita saling mendoakan dalam peziarahan hidup ini dengan sikap hidup simple, optimist dan positif thinking.
Sentire cum ecclesia
Sehati dengan Gereja.
Jakarta, 26 Februari 2019.
Tuhan memberkati dan Bunda Maria merestui segala niat baik, hidup doa dan karya karya kita.
Editor: Silvester D. Gea



Saya tahu kasus imam ini.
Main wanita, sex, korupsi uang umat, ketidaktaatan dg kaulnya.
Sudah banyak yg mengadukannya, namun sayangnya lembaga menutupinya.
Semoga Keuskupan lain tidak kecolongan menampung ybs.