0.6 C
New York
Monday, January 12, 2026

Ingat, Tuhan Tidak Akan Mengabulkan Semua Permintaan Kita!

Saya yakin dan percaya bahwa kita semua rajin berdoa. Nah, coba sesekali perhatikan bagaimana sikap kita dalam berdoa.

[postingan number=3 tag= ‘iman-katolik’]

Sadar atau tidak, kadang-kadang ketika kita berdoa, kita mengatur Tuhan, kita memaksa Tuhan. Kita mau supaya Tuhan segera mengabulkan permohonan kita. Kita berharap supaya Tuhan memberikan apa yang kita inginkan sesegera mungkin sesuai dengan kehendak kita, bukan kehendak-Nya. Makanya, banyak di antara kita merasa kecewa ketika doanya tidak segera dikabulkan oleh Tuhan.

Kita seringkali lupa bahwa tidak jarang apa yang kita minta kepada Tuhan dalam doa-doa kita sebenarnya tidak kita butuhkan. Kita minta sesuatu dari Tuhan semata-mata karena kita mau atau suka saja untuk memilikinya. Tidak jarang kita mengira bahwa setiap doa kita harus dikabulkan oleh Tuhan. Pokoknya, saya minta ini, Tuhan beri. Saya minta itu, Tuhan kasih. Padahal, Tuhan hanya akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Seandainya Tuhan harus memberikan apa saja yang kita inginkan, saya yakin Tuhan juga pasti akan tersenyum mendengar permintaan kita; karena yang namanya manusia itu tidak akan pernah puas diri. Maunya ini, maunya itu. Ya mirip-mirip seperti kalau kita pergi ke mall lah, kita melihat topi, maunya beli topi, kita melihat kaca mata, maunya beli kaca mata. Padahal belum tentu kita perlu topi atau perlu kaca mata. Makanya, Tuhan tidak akan ikut apa yang kita mau – tetapi Ia hanya memberi apa yang kita perlukan.

Kadang-kadang karena keinginan kita tidak tercapai, kita merasa bahwa doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Padahal, boleh jadi apa yang kita minta kepada Tuhan dalam doa kita tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Ingat, Tuhan tidak akan mengabulkan semua permintaan kita, tapi yakinlah, Ia akan memberikan semua kebutuhan kita. Tuhan paling tahu apa yang kita butuhkan, bahkan lebih dari diri kita sendiri.

Ingat, Tuhan tidak akan mengabulkan semua permintaan kita, tapi yakinlah, Ia akan memberikan semua kebutuhan kita. Tuhan paling tahu apa yang kita butuhkan, bahkan lebih dari diri kita sendiri.

Atau bisa jadi juga apa yang kita minta kepada Tuhan itu memang kita butuhkan, tapi waktu-Nya belum tiba (bdk. Yoh. 2:4).  Tuhan masih menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan permohonan kita. Waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. Untuk itu, sikap yang harus kita bangun sebenarnya adalah sikap ‘sabar menanti’. Ya, kita harus sabar menanti sampai doa-doa kita terkabulkan. Bukan sesuai dengan kehendak kita, melainkan seturut kehendak Tuhan. Jangan hanya pada saat kita menjalin hubungan LDR [long distance relationship = hubungan jarak jauh] saja kita sabar menanti. Kalau orang lagi LDR itu kan biasanya sabar sekali menunggu. Biar tidak jelas kapan ketemunya, tetap saja sabar menunggu.

Mestinya dalam hal berdoa juga demikian. Kita sabar menanti sampai Tuhan memberi jawaban atas doa-doa kita. Lagipula, bukankah kita selalu mengatakan ‘orang sabar disayang Tuhan’? Jangan mengira bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa kita. Ia mendengar doa kita. Hanya saja, kita diminta untuk bersabar menunggu. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk membalas doa kita. Jangan putus asa kalau kita ingin mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini