Aku Selalu Mengenangmu

0
137
StockSnap / Pixabay

Aku selalu mengenang masa-masa indah kita
Canda, tawa, tawa, tangis dan amarah berpadu
Rasa sayang yang tak terkira tercurah untukmu
Meskipun rasa itu kini telah sirna sejak engkau memilih tuk pergi

Engkau pergi karena orang lain, kekasih barumu, yang engkau cintai
Meskipun engkau menerima dia ketika kita masih pacaran
Engkau tidak menyadari bahwa tindakanmu telah menggoreskan luka bagiku
Apakah engkau lupa betapa aku mencintaimu?

Masih adakah cinta yang dulu sering kau ucapkan
Ataukah ucapan itu hanyalah ilusi?
Hanya engkau dan Tuhan yang tahu
Kini aku tetap mencintaimu, meskipun bukan milikku lagi

Aku tahu, aku tidak sempurna untukmu
Dan mungkin kamu lebih sempurna untuknya
Aku ikhlas melepaskanmu, meskipun hati berkata lain
Meskipun hati tak mampu menerima

Biarlah mungkin itu sudah jalan yang telah digariskan.
Malam ini aku terbangun dari mimpi panjangku
Mimpi panjangku ‘mencintai’ orang yang hatinya untuk orang lain
Ternyata kisah yang kuharapkan indah telah berubah menjadi sumber luka

Biarlah aku pergi, bila itu membuatmu bahagia.
Bahagia dengan kekasih barumu.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289