1.9 C
New York
Monday, January 12, 2026

Tiga Puluh Keping Perak 2

Yoseph sudah sangat tua ketika tawaran itu datang. Beberapa orang utusan dewan imam dari Yerusalem datang ke Nasareth menanyakan persediaan kayu di bengkel miliknya. Padahal hari-hari ini, Yoseph sudah tidak lagi melayani pesan meubel dari para pelanggannya. Tangannya sudah tidak kuat lagi mengayun gergaji sehingga beberapa kali tangannya terluka. Matanya tidak setajam dulu lagi untuk melihat garis yang digoresnya sendiri sehingga beberapa kali ia memotong kaki mejanya tidak sama panjang. Bengkel Yoseph makin jarang buka, bahkan kalau terbuka tak seberapa lama.

Peralatan kerjanya terlihat mulai berkarat, di beberapa sudut masih ada setumpuk gelondongan kayu aras yang dipesan dari Libanon. Tangannya gemetar menyentuh ujung kayu itu, perasaannya melambung jauh ke Bait Allah. Gelondongan aras Lebanon itu adalah sisa dari persembahan keluarga untuk membangun Bait Allah. Gelondongan aras Lebanon kini menjadi warisan kekayaan keluarganya yang berarti dan penting bagi keluarga Yoseph. Lewat potongan-potongan kayu itu mereka mengisahkan tentang perjuangan mereka untuk membangun Bait Allah. Gelondongan kayu aras itu, telah menjadi gulungan kitab perjuangan, kitab iman, kitab sejarah keluarga mereka.

Kemarin putranya datang ke rumah dan mengatakan bahwa ia tidak mungkin meneruskan bengkel itu. Ia telah memilih jalan hidup lain, menjadi nabi jalanan menemani mereka yang tak punya rumah, menemani mereka yang tidak mempunyai apa-apa.

Tidak ada alasan lagi bagi Yoseph untuk mempertahankan gelondongan kayu aras Lebanon itu. Apalagi yang datang membeli adalah anak buah para imam dari Yerusalem. Hatinya bangga dan diliputi rasa syukur karena bahkan pada masa tuapun ia masih bisa menyumbangkan sesuatu untuk Bait Allah.

Meski menolak untuk dibayar namun tidak apa-apa mendapat imbalan sewajarnya saja, kata Yoseph dalam hatinya. Tiga gelondong kayu aras Lebanon itu dibawa ke Yerusalem entah untuk apa, tak dipahami Yoseph. Baginya asalkan untuk sesuatu yang berguna di Bait Allah. Semua kenangan, cerita perjuangan, kebanggaan, kisah iman, seolah pergi bersama tiga gelondongan kayu aras Lebanon itu. Kini Yoseph hanya menggenggam tiga puluh keping perak, yang tidak tahu entah mau diapakan dengan uang itu. Hatinya kosong.

Pada hari itu, di atas bukit itu Maria terkejut, tiga gelondongan kayu aras Lebanon dari bengkel Yoseph itu berdiri kokoh dan di sana pula putranya tergantung disalibkan. Lututnya gemetar, bibirnya gemetar, terasa dunia seolah-olah berputar. Hatinya ingin teriak, seolah-olah dunia merampasnya habis-habisan.
Dengan tenaga yang tersisah dari mulut Maria hanya terujar doa ini “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu”

Setelah mendengar bahwa kayu aras Lebanon itu ada di bukit itu pada hari itu, tidur malam Yoseph menjadi abadi dan dalam mimpi ia selalu dikunjungi putranya sambil memikul pulang gelondongan kayu aras itu ke bengkelnya. Hatinya penuh sukacita, dan sukacitanya abadi.

Penulis: P. Herman Barung, SVD

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini