Yesus nama akrabnya, dikenal sebagai tukang kayu yang ditolak oleh masyarakatnya sendiri. Penolakan dari masyarakatnya telah terjadi sejak ia dalam kandungan ibu-Nya. Ia ditolak oleh penguasa-penguasa yang haus kekuasaan.
Tukang kayu nan tampan ini dikenal sebagai seorang bijak, sehingga ia mempunyai pengaruh yang tak terbendung siapapun. Meskipun tukang kayu dan berasal dari masyarakat ekonomi lemah, namun ia diperhitungkan sebagai ancaman oleh penguasa lalim.
Tukang kayu dari Nazaret ini mempunyai pengaruh bukan karena pangkat dan jabatan, bukan pula karena ia mempunyai kekuasaan untuk membelenggu sesama. Ia disegani karena kebijaksanaanNya, pula karena ia selalu berkata jujur dan tulus melayani. Ia datang bukan untuk dilayani, ia datang melayani secara total, berkorban secara total sampai nyawa taruhannya.
Tukang kayu berambut panjang ini dikenang sepanjang masa. Ia dikenang karena tindakannya melawan arus dunia yang cenderung rakus, haus, dan menghalalkan segala demi meraih kekuasaan. Ia menunjukkan bahwa pemimpin sejati bergerak dari atas dan ‘turun’ untuk merasakan dan mengalami penderitaan masyarakat.
Tukang kayu yang dilahirkan dari kuasa Roh Kudus ini disanjung, bukan karena ia seorang raja yang memimpin orang di medan perang. Ia disanjung karena keteguhannya memegang kebenaran, melawan kebatilan. Tidak ada kata-kata dusta dimulutnya, apalagi kata-kata penghakiman kepada orang lain. Ia mengasihi semua orang tanpa pamrih. Ia disanjung karena tidak gentar melawan kelaliman. Ia membebaskan mereka yang ditawan dan dibelenggu oleh dosa. Ia datang sebagai pembaharu dan pembebas. Tukang kayu dari Nazaret ini juga dikenal sebagai sumber perbantahan sepanjang masa-kata simeon. Banyak orang telah menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mengungkap siapa sebenarnya si ‘tukang kayu’ yang fenomenal ini.
Kini, tukang kayu dari Nazaret itu dikenang kematianNya karena membela harkat dan martabat manusia.
Selamat Merayakan Jum’at Agung


