3 C
New York
Monday, January 12, 2026

Maria, Cermin Kekudusan

Banyak gelar-gelar yang dipakai untuk menghormati Bunda Maria. Tak sedikit umat beriman bertanya tentang makna dari gelar-gelar  itu. Adapun gelar-gelar tersebut tertera secara detail dalam Litani St. Perawan Maria (Puji Syukur 214). Salah satu gelar Bunda Maria adalah Cermin Kekudusan. Bagaimana memahami gelar tersebut?. Berikut adalah penjelasan dari tim JalaPress.

Pertama, gelar Bunda Maria ‘Cermin Kekudusan’ berasal dari kata Iustitia yang artinya ‘keadilan’. Makna iustitia dalam konteks biblis-teologis dapat dilihat pula dalam Mat. 1:19, di mana St. Yosef disebut sebagai seorang yang benar (Just). ‘Benar’ artinya Kudus, suci dan sempurna dalam menjalankan perintah-perintah Allah. Dengan demikian sejak semula manusia diciptakan dengan ‘keadilan asali’ sehingga berada dalam keharmonisan dengan Allah, diri sendiri dan seluruh ciptaan. Maka dalam konteks tersebut Maria diberi gelar Speculum Justitiae.

[postingan number=3 tag= “bunda-maria”]

Kedua, Gelar Speculum Justitiae diberikan kepada Bunda Maria karena ia memantulkan keutamaan keadilan. Ia mencerminkan kekudusan, kesucian, dan kesempurnaan dalam melaksanakan kehendak Allah. Ia sungguh murni dan rendah hati sehingga memancarkan ‘keadilan Ilahi’. Selain itu, Bunda Maria dalam seluruh kehidupannya sungguh-sungguh menampilkan diri sebagai Citra Allah (bdk. Kej. 1:26).

Ketiga, Bunda Maria dalam Keb. 7:26 diberi gelar sebagai Cermin Kekudusan. “Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dan kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya (Keb. 7:26). Dengan demikian, Allah menganugrahkan keutamaan kepada Bunda Maria sehingga menjadi teladan bagi umat beriman.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini