Bertobatlah dan Hiduplah dalam Damai: Renungan Adven Kedua, 04 Desember 2022 — JalaPress.com; Bacaan I: Yes. 11:1-10; Bacaan II: Rm. 15:4-9; Injil: Mat. 3:1-12
Dunia modern saat ini menawarkan segala macam hal yang serba gampang dan instant sehingga membuat kita terbuai bahkan tidak sadar jika kita jatuh dalam dosa. Bahkan pegangan hidup kita bukan lagi berdasarkan hukum Tuhan yang terdapat dalam Kitab Suci tetapi ditentukan oleh suara mayoritas yang terus berteriak tanpa peduli dengan sesamanya.
[postingan number=3 tag= ‘adven’]
Hari ini, bacaan-bacaan Kitab Suci mengajak kita untuk sadar dan bertobat serta hidup dalam damai dengan semua orang. Mengapa? Pertama: “Karena Dia yang akan Datang adalah Hakim yang adil.” Hal ini dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Hakim yang adil itu keluar dari Tunggul Isai dan Ia dipenuhi dengan Roh Allah. Ia akan mengadili setiap orang dengan adil dan jujur bukan atas desas desus atau apa yang tampak. Kehadiran-Nya membawa damai bagi semua makhluk.
Kedua: “Karena hidup damai bersatu dengan semua orang adalah sarana untuk memuliakan Allah.” Buah dari pertobatan adalah kesadaran dan kemampuan untuk hidup dalam semangat kesatuan, satu hati dan satu suara dalam melaksanakan kehendak Allah. Dengan semangat ini, kita melaksanakan amanat Yesus yang dengan teladan hidup-Nya telah menerima kita untuk kemuliaan Allah. Dia adalah keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Ketiga: “Karena dengan bertobat dan hidup dalam damai, kita telah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus Kristus.” Yohanes Pembaptis adalah suara yang berseru-seru di Padang Gurun. Ia adalah tokoh yang dengan rendah hati mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, kita juga harus mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Caranya adalah dengan bertobat dan menghasilkan buah sesuai dengan pertobatan itu yakni rendah hati, damai, jujur, peduli dan penuh cinta kasih.
Di Masa Adven ini, marilah kita bertobat dan hidup dalam damai dengan semua orang agar kita mampu menangkal terorisme, anarkisme, dan hoaks, yang merusak persatuan kita dengan Tuhan dan sesama. Mampukah kita melaksanakan pertobatan dalam hidup ini dan menghasilkan buah sesuai pertobatan itu? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
(P. A. L. Tereng MSF)
Susu Jahe – Mu-Sa-Fir


