10.4 C
New York
Monday, April 12, 2021

Apakah Perlu Para Pastor Mahasiswa Itu Berkumpul?

Jawabannya, perlu. Paling tidak hal itu yang mendasar mengapa Forum Moderator Pastoral Mahasiswa Keuskupan Regio Jawa yang sudah dua kali berturut-turut sejak tahun 2018 lalu sepakat berkumpul. Tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Campus Ministry, Keuskupan Malang.

Kalau ditanya seberapa perlunya, menurut Pst. Antonius Ary S Pr yang merupakan Pastor Mahasiswa dari Keuskupan Purwokerto, pertemuan itu bukan sekadar pertemuan pastoral biasa. “Kami para Pastor Mahasiswa, khususnya yang berada di Keuskupan di Pulau Jawa merasa perlu untuk saling bertemu supaya bisa kenal, saling menguatkan.”

Hal ini juga diaminkan oleh Pst. Yuventius Devi Ghawa Pr sebagai Pastor Mahasiswa Keuskupan Surabaya. “Ada semacam kerinduan buat saling bertemu supaya tidak merasa sendiri berjuang dalam pelayanan khusus ini.”

“Selama ini memang kami belum saling mengenal meski sama-sama tahu ada Pastor Mahasiswa di Keuskupan itu, misalnya. Jadi, pertemuan ini menjadi semacam perkenalan juga antar kami dan tentang suka duka pelayanan pastoral mahasiswa selama ini,” tambah Pst. Onesius Otenieli OSC sebagai Pastor Mahasiswa di Keuskupan Bandung. Sementara para Pastor Mahasiswa lain yang hadir di sana adalah  Pst. Antonius Didit S Pr dari Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) Unit Timur, Pst. Wisnu Agung MSC dari Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) Unit Tengah, Pst. Paulus Piter Pr dari Gereja Mahasiswa (GEMA) Keuskupan Bogor serta Pst. E. Eko Putranto O. Carm dari Campus Misnistry (CM) Keuskupan Malang selaku tuan rumah. Untuk Keuskupan Agung Semarang, diwakili oleh para mahasiswa pengurus Pastoral Mahasiswanya.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 25-27 Februari 2019 di Rumah Retret Samadi St. Magdalena Postel Jl. Jayagiri no. 20 Malang. Tema yang diusung adalah “YES U CAN”. Sementara yang hadir terdiri 9 orang imam, 5 orang pendamping mahasiswa, 39 orang mahasiswa sebagai peserta , dan dibantu oleh 27 orang panitia yang juga para mahasiswa. Para peserta tersebut utusan dari Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Surabaya dan Keuskupan Malang.

Dengan mengikuti gerak dan dinamika orang muda, pertemuan pastoral ini pun turut dihadiri oleh Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan. Beliau bahkan meluangkan waktu untuk ikut ngobrol dengan para peserta. Obrolan yang beliau dan tiga pembicara lain bawakan adalah tentang bagaimana melakukan pastoral yang baik, efektif, dan efisien bagi kaum muda masa kini, khususnya mahasiswa.

Cukup surpraise juga ketika dari hasil obrolan itu ada yang berbagi cerita juga tentang bagaimana kondisi kampusnya yang kadang mengikuti gejolak “politik” pimpinan kampus yang dimaksud serta bagaimana kurangnya perhatian para dosen beragama katolik terhadap mahasiswa katolik di kampus, khususnya kampus swasta non katolik. Padahal para dosen ini sebenarnya memiliki peran cukup besar juga dalam pendampingan para mahasiswa katolik di kampusnya.

Cerita tersebut rupanya tidak hanya dirasakan di satu kampus atau satu keuskupan saja. Tetapi, nyaris semua. Maka, forum begini adalah salah satu langkah agar kelak bisa dibangung jejaring antara dosen katolik yang ada supaya bisa saling membantu dalam pelayanan pastoral mahasiswa.

Sementara dari sisi hirarki dan hukum gereja, dalam pertemuan yang juga diselingi ice breaking khas anak muda itu, hadir pula RD. Yohanes Driyanto, seorang juris dari keuskupan Bogor yang sekaligus Pastor Kapelan Mahasiswa. Beliau memberi pencerahan serta meneguhkan tentang eksistensi Gereja Mahasiswa apa pun namanya merupakan suatu bagian dari keuskupan yang posisinya setara dengan paroki, rektorat, dan seminari.

Pastoral Mahasiswa sendiri, seperti Pst. Dri katakan, ada beberapa sebutan yang digunakan pada masing-masing Keuskupan. Ada sebutan “Gereja Mahasiswa (GEMA)”, Pelayanan Pastoral Mahasiswa (PPM)”, “Komisi Pelayanan Mahasiswa (KOKERMA) atau Campus Ministry (CM). Namun, kesemuanya memiliki umat yang sama, yaitu mahasiswa.

Sehari sebelum ditutup, diadakan juga rekreasi bersama ke Jatiim Park 3 di daerah Batu. Malamnya ada performance kelompok lalu keesokan harinya sebelum diadakan misa penutup, ada beberapa keputusan untuk rencana pertemuan selanjutnya.

Adapun hasil dari pertemuan ini antara lain menjaga semangat persaudaraan dan membangun koordinasi antar Gereja mahasiswa regio Jawa serta menumbuhkan dan meneguhkan semangat pelayanan para mahasiswa Katolik agar menjadi penggerak bagi para mahasiswa atau kaum muda Katolik yang lain. Selain itu juga kesepakatan bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan di Keuskupan Purwokerto pada tahun 2020.

Bravo Pastoral Mahasiswa se-Regio Jawa. (anj 19)

Anjar Anastasia
Saya senang menulis, menulis apa saja maka lebih senang disebut "penulis" daripada "novelis" berharap tulisan saya tetap boleh dinikmati masyarakat pembaca sepanjang masa karena ... menulis adalah berbagi hidup .... Novel yang pernah saya tulis antara lain: Renjana: Yang Sejati Tersimpan di dalam Rasa (Gramedia), Kirana Cinta (Gramedia), Everything I Do (Gramedia), dan beberapa lagi.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikuti Kami

10,547FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini