Katolik Menjawab: Baptis Selam Tidak Mutlak untuk Pembaptisan

0
2589
Gambar ilustrasi diambil dari Pixabay.com

Begitu pentingnya makna Pembaptisan, yang meninggalkan pada kita meterai rohani yang tak terhapuskan, maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa hanya ada satu Pembaptisan. Kristus sendiri mengajarkan hal ini, saat Ia berkata pada Rasul Petrus yang memohon kepada Yesus untuk mempermandikan dirinya. Yesus berkata, “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi …” (Yoh 13:9-10).

Gereja Katolik mengakui satu pembaptisan yang mengukirkan meterai rohani yang tak terhapuskan dan tak dapat diulangi. ‘Satu Baptisan’ ini mempersatukan kita umat Katolik dengan para pengikut Kristus dari Gereja lain. “Sebab mereka itu, yang beriman akan Kristus dan dibaptis dengan sah (di dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus), berada dalam suatu persekutuan dengan Gereja Katolik, sungguhpun tidak secara sempurna.

Bagaimana dengan mereka yang menginginkan Pembaptisan, namun sebelum menerima baptisan mereka sudah meninggal, atau para martir yang belum sempat dibaptis? Untuk hal ini Gereja Katolik mengajarkan bahwa, selain Pembaptisan oleh air, dikenal juga Pembaptisan darah, yaitu mereka yang menyerahkan nyawanya sebagai martir untuk membela iman mereka; dan baptisan rindu (Baptism of desire), seperti pada para katekumen yang wafat sebelum menerima Pembaptisan. Mereka diselamatkan oleh kerinduan mereka akan Pembaptisan, oleh penyesalan atas dosa-dosanya dan cinta kasih mereka. Juga semua orang yang tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan, sebab orang-orang semacam itu dapat menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar bahwa baptisan diperlukan untuk mencapai keselamatan.

Hal ini dimungkinkan karena “Kristus telah wafat bagi semua orang … dan Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan Misteri Paskah itu.”

Jadi, ada empat macam baptisan di dalam Gereja Katolik: Pertama, baptisan bayi, yaitu baptisan yang diterima saat masih bayi. Kedua, baptisan dewasa, yaitu baptisan yang diterima saat sudah dewasa. Ketiga, baptisan rindu, yaitu saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima baptisan rindu. Keempat, baptisan darah: yaitu saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.

Ada orang mengatakan bahwa baptis selam mutlak diperlukan sebab Yesus sendiri dibaptis selam di sungai Yordan. Jika tidak dibaptis selam, maka pembaptisan itu tidak sah. Benarkah demikian? Kiranya jawabannya adalah bahwa pada prinsipnya kita harus membedakan mana yang utama dan mana yang tidak utama, mana yang aksidental dan mana yang esensi dari pembaptisan.

Apa yang ensensial dari pembaptisan? Dalam Efesus 5:26, dikatakan “… Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman.” Kita lihat di sana bahwa pembasuhan tubuh adalah sesuatu yang esensial pada Pembaptisan. Jadi, Pembaptisan dikatakan sebagai ‘yang menyucikan dengan memandikan’.

Bahwa pembasuhannya dilakukan dengan cara ini atau itu, adalah sesuatu yang tidak utama. Juga demi alasan prakstis, entah karena banyaknya jumlah orang yang dibaptis, atau jika persediaan air terbatas, atau karena keterbatasan dari imam yang membaptis yang tidak dapat (tidak kuat) mengangkat katekumen dari dalam air, atau kelemahan dari katekumen yang kehidupannya (kesehatannya) dapat terancam dengan pembaptisan selam. Maka, kita harus menyimpulkan bahwa Pembaptisan selam tidak mutlak untuk Pembaptisan.

Sebagai catatan tambahan, akan sulit jika kita mensyaratkan bahwa Pembaptisan harus dilakukan persis sama seperti Baptisan Yesus. Sebab jika demikian, maka Baptisan harus dilakukan di sungai Yordan, di tanah Israel. Tetapi, apakah itu yang esensial? Sama sekali tidak. Itulah dasar pertimbangan mengapa Gereja Katolik tidak menggunakan baptis celup atau selam.

Maka Gereja Katolik mensyaratkan keabsahan Pembaptisan, jika terdapat 2 hal yang memenuhi syarat: 1) materia, yaitu air jernih, 2) forma, yaitu ritus Pembaptisan yang memakai formula Trinitarian: Dalam nama Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

*** dari berbagai sumber

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: [email protected]