12.5 C
New York
Monday, April 12, 2021

Belajar di Sekolah Yosef (4): “Seorang Bapak yang Taat”

Saya akan melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang Surat Apostolik Paus Fransiskus, Patris Corde. Pada bagian ini saya secara khusus menyajikan refleksi pribadi Bapa Suci tentang St. Yosef sebagai “Seorang Bapak yang Taat.”

Menurut Paus Fransiskus, Santo Yosef adalah seorang bapak yang taat. Dalam hal apa St. Yosef taat? Mari kita simak uraian berikut ini.

Allah mewahyukan rencana keselamatan kepada Yosef sebagaimana Ia lakukan kepada Maria. Menarik bahwa Allah ‘menjumpai’ Yosef melalui mimpi. Perlu disadari bahwa di antara semua bangsa kuno, mimpi dipandang sebagai salah satu cara Allah menyatakan kehendak-Nya. Itu berarti mimpi tidak bisa dianggap remeh.

Ketika mengetahui bahwa Maria hamil, Yosef sangat risau. Kehamilan Maria tidak dapat dipahaminya. Sebagai orang yang lembut dan penuh kasih, Yosef tidak ingin “mencemarkan nama isterinya di muka umum,” tetapi memutuskan untuk “menceraikannya dengan diam-diam” (Mat 1:19). Barangkali, menurutnya, ini langkah yang bijaksana.

Keempat Mimpi Yosef: Taat pada Kehendak Allah

Ketika Yosef dalam suasana risau karena kehamilan Maria, melalui mimpi, malaikat Tuhan membantunya memecahkan dilema yang sedang dihadapinya. Ia berkata kepadanya: “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:20-21). Ini mimpi Yosef yang pertama.

Bagaimana Yosef menanggapi suara Allah yang didengarnya melalui mimpi ini? “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat 1:24). Yosef taat pada suara Allah. Ketaatan memungkinkannya untuk mengatasi kesulitannya dan menyelamatkan Maria.

Setelah Herodes diperdayakan oleh orang-orang majus, ia perintahkan agar semua anak di Betlehem yang berumur dua tahun ke bawah dibunuh (Mat. 2:16).  Allah mengetahui rancangan jahat Herodes dan melalui malaikat Ia berkata kepada Yosef dalam mimpi: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat 2:13). Ini mimpi Yosef yang kedua.

Terhadap suara Allah itu, Yosef tidak ragu untuk menaatinya. Ia tidak bertanya- tanya tentang kesulitan yang akan dihadapinya. “Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati” (Mat 2:14-15). Yosef tinggal di Mesir bersama Maria dan Yesus.  Kita tidak tahu berapa lama mereka berada di Mesir.

Dalam mimpi ketiga, malaikat Tuhan memberitahukan kepada Yosef melalui mimpi bahwa mereka yang mencoba membunuh Anak itu sudah mati. “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati” (Mat.2:20). Tanpa ragu-ragu, Yosef menaati suara Allah yang didengarnya dalam mimpi.  “Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel” (Mat 2:21).

Akan tetapi, Yosef tidak jadi membawa Maria dan Yesus pulang ke tanah Israel karena sudah dinasihati oleh Allah melalui mimpi. Yosef taat. Dan ini mimpinya yang keempat. “Setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana, ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaretdi sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret” (Mat 2:22-23).

Yosef Menaati Hukum

Penginjil Lukas  menampilkan sosok Yosef sebagai pribadi yang taat hukum. Ia mengisahkan bagaimana Yosef melakukan perjalanan panjang dan tidak nyaman dari Nazaret ke Betlehem untuk didaftarkan di kota asalnya sesuai hukum Kaisar  Augustus yang berkaitan dengan sensus. Dan justru dalam keadaan inilah Yesus lahir (bdk Luk. 2: 1-7), dan kelahiran-Nya didaftarkan dalam daftar Kekaisaran, seperti semua anak lainnya. Menurut Paus Fransiskus, penginjil Lukas memang tertarik untuk menunjukkan bahwa orangtua Yesus mematuhi semua ketentuan hukum: upacara sunat Yesus, pemurnian Maria setelah melahirkan, persembahan Anak pertama kepada Allah (bdk. 2:21-24).

Paus Fransiskus juga merefleksikan juga bahwa di setiap keadaan, Yosef menyatakan “fiat”nya sendiri, seperti fiat Maria pada Kabar Sukacita dan Yesus di Taman Getsemani. Sebagai kepala keluarga, Yosef juga mengajar Yesus untuk patuh kepada orang tua-Nya (bdk. Luk 2:51), seturut perintah Allah (bdk. Kel 20:12).

Bahkan di Nazaret, di sekolah Yosef, Yesus belajar melakukan kehendak Bapa. Kehendak  Allah itu menjadi makanan-Nya sehari-hari (bdk. Yoh 4:34). Bahkan pada saat paling sulit dalam hidup-Nya, yang dialami di Getsemani, Ia lebih suka melakukan kehendak Bapa dan bukan kehendak-Nya sendiri, dan menjadi “taat sampai mati […] bahkan sampai mati di kayu salib” (Flp 2:8). Untuk ini, penulis Surat kepada Orang-orang Ibrani menyimpulkan bahwa Yesus “belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya” (5:8).

Akhirnya Bapa Suci menyimpulkan bahwa dari semua peristiwa yang direfleksikan di atas tampaklah bahwa Yosef “dipanggil oleh Allah untuk secara langsung melayani pribadi dan misi Yesus melalui pelaksanaan peran kebapaannya,” justru dengan cara ini, “ia bekerjasama dalam kepenuhan waktu dalam misteri agung keselamatan dan sungguh menjadi pelayan keselamatan.”

Bersambung….

Sumber:  Seri Dokumen Gerejawi, “Patris Corde”  (Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI 2020).

 

 

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

2 COMMENTS

  1. Everyone loves what you guys are usually up too. This type of clever work and exposure!
    Keep up the great works guys I’ve included you guys to blogroll.
    0mniartist asmr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikuti Kami

10,547FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini