Goresan Luka Hati

0
159
kaboompics / Pixabay

Aku tak mengira jika kisah kita berarkhir begini
Engkau yang berjanji menjaga hati
Malah mengingkari keberadaanku
Engkau khianati kepercayaanku

Engkau memberi cinta, juga menggoreskan luka
Begitu mudahnya bagimu membagi cinta
Engkau mengingkari cinta tulusku
Entah engkau malu punya pacar seperti aku?

Aku tidak tahu harus berkata apa
Marah pun tak dapat membuatmu kembali
Meskipun itu tanda aku tak ingin engkau pergi
Namun engkau selalu tidak mengerti maksudku

Terima kasih untuk semua
Terima kasih atas luka yang telah engkau goreskan
Ini kenangan yang tak terlupakan
Hingga akhir waktu

Aku tetap mencintaimu
Meskipun cintamu untuk yang lain
Kata pujangga ‘cinta tak harus memiliki’
Meskipun sakit membaca kalimat itu

Pesanku untukmu: Cinta sejati itu satu
Tidak mungkin mendua
Cinta sejati itu abadi
Tidak mungkin mudah digoyahkan orang

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289