2.8 C
New York
Saturday, November 27, 2021

Hanya dalam Nama Yesus Ada Berita tentang Pengampunan Dosa

Dasar Biblis: 1 Yoh. 2:1-5a; Luk. 24:35-48

Kita menyebut diri ‘Kristen’, yang berarti pengikut Kristus. Sebagai pengikut Kristus, kita harus mengikuti apa yang diajarkan oleh Kristus. Ajaran Kristus  sangatlah jelas: yaitu melakukan kebenaran dan menuruti perintah-Nya.

Kristus mengenal kita, para pengikut-Nya; dan kita pun mengenal Dia. Tapi, mengenal saja tidak cukup. Selain mengenal, kita pun harus menuruti perintah-Nya. Sebab, seperti kata Rasul Yohanes, “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yoh. 2:4).

Apa yang disampaikan oleh Rasul Yohanes itu terkesan sangat keras. Namun, tentu saja ada maksud dan tujuannya. Rasul Yohanes menuliskan: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa” (1 Yoh. 2:1). Dengan pesan yang keras ini, ia berharap agar kita tidak berbuat dosa.

Itu harapannya. Itu pula yang kita usahakan. Namun, namanya juga manusia. Orang bilang, ‘manusia adalah tempatnya salah dan dosa’. Entah disadari atau tidak, manusia mempunyai kecenderungan untuk tergelincir ke dalam salah dan dosa. Tapi, kita tidak perlu berkecil hati. Kita mempunyai Tuhan yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. “Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil” (1 Yoh. 2:1).

Persis di sinilah keistimewaan iman Kristiani kita. Belum pernah ada nabi atau rasul manapun yang menjamin pengampunan dosa seperti yang diberikan oleh Yesus. Di kala nabi dan rasul hanya bisa berharap dan berdoa agar dosa para pengikutnya diampuni, Yesus dengan tegas mengatakan “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (Mat. 9:2).

Betapa leganya hati kita ketika mendengar kalimat seperti ini. Dan, hanya Yesus yang bisa melalukan itu. Ia bisa melakukan itu karena ‘Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia’ (1 Yoh. 2:2). Dia adalah Tuhan.

Yang perlu kita perhatikan hanya satu, yaitu sekalipun Yesus adalah pepulih atas dosa-dosa kita, tidak berarti bahwa kita bisa seenaknya berbuat dosa. Yesus memang menjamin pengampunan, tetapi Ia menghendaki agar kita mengambil jalan pertobatan. Pengampunan tidak ada gunanya jika tidak disertai usaha untuk bertobat. Ingat, pengampunan tidak sama dengan pembiaran. Mengampuni berarti dengan penuh kasih menegur, memperbaiki, dan mendidik. Tuhan mengampuni, bukan membiarkan.

Bukankah ini merupakan kabar yang sangat baik? Nah karena itu, kabar baik ini jangan sampai berhenti di tangan kita. Sebaliknya, warta tentang pengampunan dosa dan ajakan untuk bertobat dari Tuhan ini harus disampikan kepada segala bangsa. Ingat, Yesus pernah berkata kepada para murid-Nya: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini” (Luk. 24:46-48). Ini tugas kita; dan itu dimulai dari Yerusalem, yakni dari diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini