6.2 C
New York
Sunday, November 27, 2022

Katolik Menjawab: Keselamatan Tidak Cukup Hanya Dengan Iman Saja

Keselamatan adalah anugrah (kasih karunia/diberikan cuma-cuma, namun diperlukan tanggapan manusia melalui iman dan perbuatan. Sebab iman dan perbuatan adalah satu paket/kesatuan, umpama tubuh dan nafas adalah satu. Ketika nafas (iman/perbuatan) keluar dari tubuh (perbuatan/iman) maka, tubuh (perbuatan/iman) akan mati. Kristus menyelamatkan semua orang dan menjadi sumber berkat yang mengalir bagi semua orang.

Orang-orang yang hidup baik sebelum kedatangan Kristus, saat Kristus hidup maupun setelah kedatangan Kristus memperoleh berkat (grace) untuk menuju surga. Mengapa demikian? Karena manusia secara kodrat mempunyai kemampuan untuk mengenal dan mengasihi sang pencipta. Dengan mengandalkan akal budi, manusia dapat mengetahui keberadaan Tuhan. So, jika sampai seseorang tidak masuk surga, itu karena kesalahan pribadi manusia, bukan kesalahan Tuhan. Karena kasih-Nya, Allah menginginkan semua orang masuk dalam kerajaan Surga, yang juga disebut Predestination. Berbeda dengan double predestination yang mengajarkan bahwa sebagian orang ditakdirkan masuk surga dan neraka.

Tuhan sejak semula menginginkan manusia memperoleh kebahagiaan abadi di surga (baca Kejadian 1-2). Meskipun demikian Allah mengiginkan agar manusia dapat membalas kasih Tuhan dengan bebas, maka Tuhan memberikan free will. Dengan free will ini manusia dapat berkata ya atau tidak terhadap tawaran Tuhan (Baca Kejadian 3). Free will ini diberikan kepada manusia sebagai ekspresi kasih yang dalam kepada manusia. Keadilan Allah juga terlihat dalam Kitab Suci di mana ia menuntut banyak kepada yang diberi lebih banyak.

Tuhan melihat apakah manusia mengasihi Allah dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan dan mengasihi sesama (baca Matius 22:34-39-40) tergantung hukum taurat dan kitab Para nabi, ini harus diwujudkan dalam perbuatan. Hal ini berkaitan dengan menempatkan kebenaran di atas segalanya (10 perintah Allah; mengasihi Allah dan sesama. Ada 3 hal untuk melihat sesuatu yang baik secara moral intention (maksud), circumstances (situasi), dan objek moral (moral object). Dan hanya Tuhan yang tahu moral intention yang dilakukan oleh setiap orang.

Gereja Katolik percaya bahwa Sakramen Baptis mutlak, karena merupakan pintu masuk ke dalam keselamatan Kristus (gereja/Jemaat). Kitab suci mengatakan bahwa pembaptisan adalah symbol kematian dan kebangkitan bersama Kristus lihat Roma 6:3-5. Bukan hanya yang berseru Tuhan, Tuhan (beriman) yang akan selamat tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa. Semua orang beriman dihakimi dihadapan Yesus. Orang melakukan perbuatan terhadap salah seorang yang paling hina akan diberikan tempat di sebelah kanan-Nya, sementara mereka yang tidak berbuat apa-apa ditempatkan di sebelah kirinya. Orang-orang yang ditempatkan disebelah kiri akan dimasukkan ke dalam tempat siksaan yang kekal. Sementara itu orang yang beriman dan melakukan perbuatan (orang-orang benar ayat 37 dan orang yagn diberkati Bapa ayat 34) mereka kerajaan Allah yang telah disediakan bagi mereka. (Matius 7:19-23, 25:31-46).

Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatan-Nya (lihat ayat 12)>>tukang sihir, pesundal, pembunuh dan lain sebagainya tinggal di luar. Orang-orang yang menuruti perkataan dalam Kitab akan berbahagia. Seorang kaya datang kepada Yesus dan bertanya perbuatan baik apa yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal– setelah dia mengimani 10 perintah Allah. Yesus mengatakan ‘orang kaya itu harus menjual miliknya dan membagikan hasilnya kepada orang miskin maka orang kaya ini akan memperoleh harta di sorga, dan masih banyak perikop lainnya perumpamaan tentang perjamuan kawin, gadis bijaksana dan gadis yang bodoh, dan lain-lain. (bdk. Wahyu 22: 6-12, Mat. 19:13-30).

Rasul Paulus mengatakan keselamatan itu kasih karunia diperoleh cuma-cuma melalui iman, namun dalam konteks ini Rasul Paulus tidak mempertentangkan bahwa setelah beriman sudah cukup, sebab pada surat lain rasul Paulus menekankan pada kita untuk mengerjakan keselamatan kita, tidak mungkin Paulus membuat surat yang isinya saling kontradiktif. Pada perikop ini penekanan Paulus supaya tidak bermegah diri karena iman yang kita peroleh itu bukan berasal dari usaha kita melainkan pemberian Allah. Selanjutnya, Rasul Paulus mengatakan kerjakan keselamatanmu dengan tak gentar, lakukan sesuatu dengan tak bersungut supaya tak beraib dan tak bernoda (Efesus 2:1-10, Filipi 2:12-16). Oleh sebab itu, Rasul Paulus tidak hanya menekankan iman, tetapi juga perbuatan yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (bdk. Galatia 5:19-23).

Siapa yang Mengajarkan Beriman Saja Cukup?

Pada tahun 1545, Martin Luther melakukan penambahan kata “saja” terutama dalam edisi Alkitab terjemahan bahasa Jerman. Roma 3:28 berbunyi demikian dalam terjemahannya, “So halten wir es nun, daß der Mensch gerecht werde ohne des Gesetzes Werke, allein durch den Glauben”. Luther menambahkan kata Allein (alone) pada Alkitab terjemahan bahasa Jerman. Jika kita telusuri dalam bahasa Yunani, maka kita tidak menemukan kata ‘saja’ pada Roma 3:28. λογιζόμεθα οὖν πίστει δικαιοῦσθαι ἄνθρωπον χωρὶς ἔργων νόμου (Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat).

Dalam edisi King James Version juga tidak ditemukan kata ‘saja’, therefore we conclude that a man is justified by faith without the deeds of the law. Bahkan edisi The Gideon International juga tidak memuat kata ‘saja’, therefore we conclude that a man is justified by faith apart from the deeds of the law.

Benarkah Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma Bertentangan Dengan Surat Yakobus?

Sama sekalit tidak ada yang bertentangan. Konteks Roma 3:21-31, Rasul Paulus mengajarkan membandingkan Amal Yahudi dalam melakukan hukum Taurat dan amal Kristiani. Kemudian Rasul Paulus menyimpulkan bahwa amal Yahudi tidak menyelamatkan jika bukan dengan iman kepada Kristus. Sementara itu, Yakobus menekankan bahwa iman Kristen itu nol besar jika tidak disertai amal perbuatan yang mengerjakan keselamatan atas dasar iman (bdk. Yak. 2:14-26).

Referensi
https://www.sarapanpagi.org/paulus-vs-yakobus-iman-saja-ataukah-iman-perbuatan-vt7423.html
https://www.sarapanpagi.org/roma-3-28-sola-fide-penambahan-kata-saja-oleh-luther-vt2254.html
• Alkitab Terbitan The Gideon International
• Alkitab King James Version

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Sedang menyelesaikan program Pascasarjana (S2) Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan Floresnews.net (2018-sekarang), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini