Ad Jesum per Mariam: Mengapa mesti melalui Bunda Maria untuk sampai kepada Yesus?

0
683
Gambar ilustrasi diambil dari Pixabay.com

Frank Duff, tokoh awam penting asal Dublin-Irlandia, pendiri Komunitas Kerasulan Awam Katolik, Legio Maria,  sangat mengagumi ulasan Santo Louis Marie de Montfort (Santo Montfort) tentang bakti sejati kepada Maria dalam bukunya yang terkenal ‘Bakti Sejati kepada Maria’.

Kurang lebih tahun 1918 ia berkenalan dengan buku tersebut. Selama kurang lebih 4 tahun, ia mendalami pemikiran Santo Montfort tentang Bunda Maria. Tentu saja Frank Duff juga membaca buku-buku lain. Kemudian, tahun 1921 ia mendirikan Legio Maria.

Frank Duff mengakui bahwa uraian santo Montfort tentang bakti sejati kepada Maria membantunya dalam menghayati iman, khususnya dalam mendirikan Legio Maria. Karena itu, tak keliru kalau  Santo Montfort menjadi salah seorang pelindung Legio Maria. Tak keliru juga ketika Frank Duff mengajak para legioner untuk membaktikan diri kepada Yesus melalui Maria seturut ajaran Santo Montfort.

Mengapa kita perlu membaktikan diri kepada Yesus melalui Maria? Atau, mengapa kita mesti memilih Maria sebagai jalan untuk berjumpa secara lebih intim dan mesra dengan Yesus? Terhadap pertanyaan ini, Santo Montfort menjawab, “Melalui Santa Perawan Maria, Yesus Kristus telah datang ke dunia; melalui Maria pulalah Dia harus berkuasa di dunia (Bakti Sejati, nomor 1).” Jawaban ini sangat mendalam dan perlu direnungkan terus menerus oleh umat beriman Katolik.

Santo Montfort menegaskan hal yang sangat penting  yakni alasan mengapa kita memilih Maria dan harus menghormatinya melalui doa-doa kita. Kalau Yesus saja  hadir ke dunia untuk menyelamatkan kita melalui rahim Maria, mengapa kita tidak menempuh jalan yang sama untuk mencapai persatuan dengan Yesus? Bukankah sudah seharusnya kita menempuh jalan yang sama itu? Bukankah seharusnya kita memilih jalan yang disebut  Maria?

Yesus pasti sangat mencintai dan menghormati ibunda-Nya. Dia juga  sangat bahagia jika kita  mencintai dan menghormati ibunda-Nya. Atau, jika kita menempuh jalan Maria untuk sampai kepada-Nya, Ia pasti sangat senang. Dia akan memberkati setiap perjuangan kita  dan memenuhi apa yang menjadi kerinduan terdalam hati kita. Pada saat yang sama, jika kita  dekat dengan Bunda Maria, sang Bunda pasti membawa kita kepada Yesus Puteranya. Sebab, hidupnya terpusat pada Yesus Puteranya, bukan pada dirinya sendiri!

Akhirnya, kita memilih dan terus memilih  ‘jalan Maria’ dalam ziarah iman selanjutnya karena Yesus Penyelamat kita telah lebih dahulu memilih ‘jalan Maria’ datang ke dunia demi keselamatan kita. Kita memilih jalan yang sama; jalan yang suci! Memilih ‘jalan Maria’ ini pasti mendatangkan sukacita tak terkira. Bukankah persatuan dengan Yesus melalui Maria itu mendatangkan sukacita?

Marilah kita selalu berseru dengan penuh iman: “Aku milikmu semata-mata dan segala milikku kupersembahkan kepada-Mu, ya Yesus terkasih, melalui Maria, ibu-Mu yang tersuci.” Ave Maria! ***

Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM) yang berkarya sebagai Pendidik di SMAK (Sekolah Menengah Agama Katolik) Seminari Santo Yohanes Paulus II, Labuan Bajo-Manggarai Barat-Flores Barat-Nusa Tenggara Timur. Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.