22.6 C
New York
Monday, September 27, 2021

Mengenal Devosi yang Indah “Tiga Salam Maria”

Di antara devosi kepada Bunda Maria, ada satu yang istimewa, yakni berdoa tiga Salam Maria setiap hari. Dari mana datangnya devosi ini? Rupanya devosi ini dimulai di Jerman pada abad ke-13, dan disukai oleh banyak orang kudus, termasuk St. Yohanes Bosco.

Asal-usulnya berasal dari abad ke-13, dan berkaitan dengan St. Mechtilde dari Hackeborn, seorang biarawati Benediktin Jerman, yang kepadanya Bunda Maria mengungkapkan cara mengangkat doa syukur kepada Tritunggal Mahakudus atas hak istimewa yang diberikan kepada Perawan Maria .

Santa Mechtilde lahir pada tahun 1241 dalam keluarga bangsawan. Suatu hari, sambil memikirkan kematiannya sendiri, dia dengan sungguh-sungguh memohon kepada Bunda Allah untuk membantunya selama saat-saat terakhir hidupnya.

Dia mendengarkan Bunda Maria berkata kepadanya:

Saya ingin Anda berdoa tiga Salam Maria untuk saya setiap hari. Melalui Salam Maria yang pertama, Anda akan memohon, sama seperti Allah Bapa mengangkat saya ke takhta kemuliaan, menjadikan saya makhluk yang paling kuat di surga dan di bumi, demikian juga saya dapat membantu Anda di bumi untuk memperkuat dan mendorong Anda agar menjauh dari setiap kekuatan musuh. Melalui Salam Maria yang kedua, Anda akan memohon bahwa, sama seperti Putra Allah memenuhi saya dengan kebijaksanaan sedemikian rupa sehingga saya memiliki lebih banyak pengetahuan tentang Tritunggal Mahakudus daripada semua Orang Kudus, demikian juga saya dapat membantu Anda selama saat-saat terakhir hidup Anda, mengisi jiwa Anda dengan cahaya iman dan kebijaksanaan sejati, sehingga bayang-bayang kesalahan dan ketidaktahuan tidak menggelapkannya. Melalui Salam Maria ketiga, Anda akan memohon bahwa, sama seperti Roh Kudus memenuhi saya dengan manisnya cinta-Nya, dan telah membuat saya begitu mencintai sehingga, setelah Tuhan, saya adalah yang termanis dan paling penyayang, demikian juga saya dapat membantu Anda pada saat kematianmu, mengisi jiwamu dengan kelembutan cinta ilahi sehingga semua kesedihan dan kepahitan kematianmu dapat diubah menjadi kegembiraan.”

Ini bukan satu-satunya wahyu kepada orang kudus mengenai devosi tiga Salam Maria. Yang lain adalah St. Gertrude, yang dikenal sebagai “Yang Agung,” yang hidup sezaman dengan St. Mechtilde, mengalami penglihatan indah. Pada waktu vesper (ibadat sore) pesta Kabar Sukacita, dan ketika tiba waktunya untuk menyanyikan Salam Maria, St. Gertrude tiba-tiba melihat sesuatu seperti tiga mata air muncul dari hati Bapa, Putra , dan Roh Kudus, yang kemudian menembus hati Santa Perawan Maria. Saat itu juga, dia mendengar suara yang berkata, “Setelah Kuasa Bapa, Kebijaksanaan Putra, dan Kerahiman Lembut Roh Kudus, tidak ada yang menandingi Kuasa, Kebijaksanaan, dan Kerahiman Lembut Maria.”

Perawan Maria berjanji kepada St. Mechtilde bahwa siapa pun yang berdoa tiga Salam Maria setiap hari akan menerima bantuannya selama hidup dan bantuan khusus pada saat kematiannya. Perawan Maria akan menampakkan diri kepada mereka dengan kecerahan dan keindahan sedemikian rupa sehingga hanya dengan melihatnya akan membawa penghiburan dan kegembiraan surgawi.

Selain kedua orang kudus ini, para orang kudus lainnya yang mempromosikan khusus  devosi ini, antara lain, St. Alphonsus Maria de’ Liguori, yang sering merekomendasikan praktik indah ini; atau St. Yohanes Bosco, yang menyarankannya kepada kaum muda. St. Pio dari Pietrelcina juga mengatakan bahwa banyak orang akan bertobat hanya dengan mempraktekkan devosi Tiga Salam Maria ini.

Cara Berdoa Tiga Salam Maria

Maria, Bundaku, bebaskan aku dari kejatuhan ke dalam dosa berat.

Dengan kuasa yang diberikan kepadamu oleh Bapa Yang Kekal, 

Salam Maria…

Dengan hikmat yang diberikan kepadamu oleh Putra,

Salam Maria…

Dengan kasih yang dikaruniakan kepadamu oleh Roh Kudus,

Salam Maria…

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus; seperti pada permulaan, sekarang dan selalu dan sepanjang segala masa. Amin.

Lalu ditutup dengan doa singkat berikut ini:

“Maria, Yang Dikandung Tanpa Noda, sucikan tubuhku dan kuduskan jiwaku.”

***

Diterjemahkan dari https://aleteia.org/2017/08/14/the-beautiful-devotion-of-the-three-hail-marys/

 

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini