Siapa yang tidak bersukacita menjadi saudara-saudari Yesus? Anda pasti bersukacita. Saya juga. Orang beriman pasti bersukacita. Tapi, bagaimana caranya? Tuhan Yesus dalam Injil Markus 3:31-35 yang dibacakan hari ini memberikan jawabannya. Caranya adalah melakukan kehendak Allah! “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mrk 3: 35).
Lalu, apa saja yang termasuk kehendak Allah? Tentu saja apa yang baik. Contohnya: mengasihi, memaafkan, membawa damai, peduli dengan sesama, rendah hati, taat-setia pada Allah, berkorban bagi banyak orang dan rajin berdoa. Pokoknya segala yang baik itu adalah kehendak Allah Sang Mahabaik. Dengan demikian, kalau mau menjadi saudara-saudari Yesus, janganlah lelah melakukan hal-hal baik itu! Apabila kita tekun melakukannya, Yesus pasti berkata, “Inilah saudara-saudariku!” Akh…. Betapa bangganya kita!
Melakukan hal-hal baik sesuai kehendak Allah itu penuh perjuangan, walau sangat mudah diucapkan. Tapi, kita tertantang untuk terus berjuang mewujudkannya setiap hari sesuai perutusan masing-masing. Ketekunan dalam melakukan kehendak Allah tidak hanya membuat kita pantas disebut saudara-saudari Yesus, tetapi juga kita mendapatkan sukacita sejati. Sukacita sejati itu berasal dari Tuhan yang kehendak-Nya itu telah kita laksanakan dengan tekun.
Tuhan Yesus, berilah kami ketekunan dan kesetiaan dalam melakukan hal-hal baik sesuai kehendak-Mu, agar kami pantas menjadi saudara-saudari-Mu. Kami yakin, sukacita tak terkatakan itu hanya ada pada-Mu; hanya kami rasakan ketika kami menjadi saudara-saudari-Mu!***

